Polisi Investigasi Kebakaran “Belt Conveyor” PT Antam

  • Share
Kebakaran belt conveyor di area PT Antam ubpn Sultra sumber tangkapan layar akun fb salah satu warga

KOLAKA, WONUANEWS – Fasilitas belt conveyor di kawasan pabrik nikel PT Antam Tbk di kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terbakar pada Jumat (23/4) kini diselidiki oleh aparat kepolisian setempat.

Hal itu diungkapkan oleh AKBP Saiful Mustofa, Kapolres Kolaka yang di konfirmasi pada Senin (26/4).

Dia mengatakan bagian belt conveyor yang terbakar tersebut sepanjang 40 meter dari panjang 4 kilometer (km).

“Kebakaran belt conveyor tersebut terjadi pada Jumat kemarin, TKPnya itu di area Antam,  hasil olah TKP yang terbakar sekitar 40 meter, ” papar AKBP Saiful Mustofa, Kapolres Kolaka yang di konfirmasi (26/4).

Lanjutnya kebakaran fasilitas yang diperuntukan menggantikan dump truck sebagai sarana transportasi bijih nikel dan batubara dari pelabuhan ke pabrik masih di investigasi oleh pihaknya.

“Kami telah melakukan langkah-langkah penyelidikan dan kita masih masih investigasikan,” terangnya.

Penyebab kebakaran, lanjut Saiful belum diketahui pasti dan masih terus diselidiki.

Dia juga mengatakan dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.

“Tidak ada korban jiwa, kami juga telah melakukan koordinasi dengan pihak Antam untuk mengantisipasi kejadian serupa kemudian hari, dan meningkatkan keamanan, ” jelasnya.

Peristiwa kebakaran belt conveyor tersebut sempat diunggah ke media sosial oleh salah satu akun warga dalam sebuah video. Dalam video itu, kobaran api cukup besar dan membakar sebagian fasilitas tersebut.

Sementara itu pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi.

Dari data yang dihimpun berbagai sumber, bel conveyor tersebut merupakan bagian dari proyek perluasan pabrik feronikel pada 2012 lalu yang menelan investasi sebesar US$ 600 juta, atau sekitar Rp 7 triliun. (kai)

>
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *