KOLAKA,WN—Kepala Dinas Kesehatan(Kadinkes) Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) Hj Sri Raodah, yang dikonfirmasi wartawan usai membuka acara Medical Health Certification Training Advanced Cardiac Life Support(ACLS), yang dilaksanakan oleh PT Vale Indonesia,Tbk(PT Vale) Industry Growth Project (IGP) Pomalaa, di Aula Rumah Sakit Benyamin Guluh(RSBG) pada(25/4/2026).
Kadinkes Sri Raodah, kepada wartawan mengungkapkan bahwa acara yang dilaksanakan oleh PT Vale ini sangat diapresiasi oleh Bupati Kolaka H Amri. “Jadi beliau sangat mengapresiasi teman-teman dari PT Vale yang melaksanakan Training ACLS sebagai bagian dari Environmental, Social, and Governance(ESG) atau Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola,”ujarnya.
Dikatakannya program ESG PT Vale Industry Growth Project(IGP) Pomalaa peningkatan mutu kesehatan lingkungan, layanan kesehatan, karana kita ketahui bahwa salah satu program prioritas Bupati Kolaka, selain pendidikan juga masalah kesehatan. Hal itu ditandai dengan adanya kerjasama PT Vale dengan Pemda Kolaka. “Apalagi PT Vale ini merupakan salah satu Perusahaan Strategi Nasional(PSN) yang di Kabupaten Kolaka,”ujar Sri Raodah.
Tentu saja hal ini sangat membanggakan bagi Pemda Kolaka khususnya Dinas Kesehatan, dan sekali lagi kami sangat apresiasi kepada PT Vale.”Dan itu pesan pak bupati kepada saya, sebelum menuju dari Kendari untuk menghadiri acara ini,”kata Kadinkes Kolaka.
Ditanya terkait masalah Promosi kesehatan(Promkes) yang dilaksanakan PT Vale selama ini, di Puskesmas, Sri Raoda mengaku bahwa salah satu program unggulan Dinas Kesehatan adalah Promkes terkait masalah kesehatan.
“Jadi, untuk Promkes ini tentu saja kami membutuhkan tenaga-tenaga handal dan membutuhkan sumber daya manusia yang kuat senantiasa memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait gaya hidup yang sehat.”Kalau di Promkes itu kan ada untuk mulai dari ibu hamil, ibu yang menyusui, ada penyakit menular dan tidak menular, itu semua membutuhkan sosialisasi yang baik kepada masyarakat untuk menjaga tingkat derajat kesehatan agar tetap bisa sehat prima dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari,”ujarnya.
Lanjutnya bahwa banyak kegiatan Promkes yang dilakukan oleh Dinkes mulai dari siklus hidup, yakni mulai dari hamil sampai melahirkan, hingga anak-anak, remaja, dewasa sampai lanjut usia(lansia) itu ada di Promkes dan juga untuk penyakit-penyakit yang istilahnya penyakit tidak menular dan penyakit menular termasuk kesehatan lingkungan keling. “Ini semua membutuhkan promosi-promosi dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan secara berkelanjutan,”ungkap Sri Raodah.
Ia juga mengapresiasi kegiatan bakti sosial(baksos) yang telah dilakukan oleh PT Vale di wilayah empat kecamatan. Sri Raodah menuturkan bahwa sewaktu baru menjabat sebagai Kadis Kesehatan, ada operasi mata katarak gratis yang dilakukan oleh PT Vale. “Ini kan sangat luar biasa, karena biaya operasi mata katarak itu tidak sedikit biayanya, seperti halnya yang dilakukan saat ini yakni pelatihan bagi ACLS tentunya ini tidak sedikit biayanya,”kata Sri Raodah.
Kadinkes juga berharap kepada PT Vale selalu siap sedia untuk tetap mendampingi Pemda Kolaka khususnya Dinas Kesehatan dalam mensupport program-program tentang Promkes.
“Kami berharap Promkes ini tetap berkesinambungan, ada sustainablenya disitu, bukan hanya dievent-event tertentu saja,”harapnya.
Sementara dr. Aditya Hafria Vanani, MKK, HIU(Snr. Occ. Health & Ind. Hygiene Analyst Site Pomalaa), dalam itu juga kepada wartawan menjelaskan bahwa pelaksanaan training ACLS ini sebagai bagian dari ESG ada manfaat yang diterima dan tetap kesiagapan, kesiapsiagaan rekan-rekan, dokter di lapangan dan paramedik. Seiring dengan laju pertumbuhan karyawan, penduduk, masyarakat beserta penyakit secara demografik, khususnya tadi lifestyle, itu bisa diantisipasi.
Dikatakannya bahwa kegiatan training ACLS bukan yang pertama dilakukan, ini Advanced untuk rekan-rekan paramedik.
“Jadi ada korelasi antara advance dan basic, dan kesiagapan di lapangan yang saya sebutkan tadi itu bisa dieksekusi dengan baik jika ada terjadi event yang membutuhkan supporting dari tim dokter dan perawat,”ujarnya.
Dikatakannya pelaksanaan training sendiri ini berlangsung berapa hari yang diikuti oleh 30 orang peserta dokter, paramedik dan perawat, dan training ini sifatnya hybrid, secara online dan offline.”Untuk online-nya kan kita sudah berjalan kemarin itu kurang lebih satu hari. Nanti kita dilanjutkan lagi kurang lebih satu dua hari offline, dan dilanjutkan lagi ujian ujian praktik.”Jadi dia total pelaksanaannya selama 4 hari termasuk ujiannya,”ujar dr.Adytia.(**)













