Dari Kios Sederhana Menuju Pengusaha Terlatih: Kisah Waode Suratni Bangkit Berkat Program LRP PT Vale Indonesia

Sepeninggal suaminya, Waode Suratni (50), seorang ibu rumah tangga di desa Longori, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, berjuang menghidupi anak-anakanya dengan kios sederhananya . Kios sederhana di teras rumahnya di Desa Longori ini menjadi saksi perjalanan panjang seorang ibu rumah tangga yang berubah menjadi pengusaha terlatih berkat Program Livelihood Restoration Plan (LRP) PT Vale Indonesia.

Kehidupan Sebelum Lahan Diakuisisi
Sebelum lahannya diakuisisi PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, Waode mengandalkan hasil kebun pisang dan kios kecilnya untuk menghidupi keluarga. “Dulu saya jual pisang goreng seadanya, tanpa hitung-hitungan jelas. Uang masuk langsung habis untuk kebutuhan sehari-hari,” kenangnya (27/6).

Lahan seluas 1,2 hektar yang biasa ditanami pisang harus ia serahkan untuk PT Vale yang sedang melakukan kosntruksi untuk pertambangan di daerahnya. Saat itu, kekhawatiran terbesarnya adalah masa depan pendidikan ketiga anaknya. “Yang saya pikirkan, bagaimana bisa terus menyekolahkan anak-anak jika lahan penghasilan utama hilang,” ujar Waode dengan suara bergetar.

Transformasi Melalui Program LRP
PT Vale Indonesia menghadirkan solusi melalui Program LRP yang dirancang khusus untuk pemilik lahan terdampak. Waode termasuk dalam 120 penerima manfaat di Kecamatan Baula yang mendapatkan Pelatihan Pengelolaan Keuangan dan Pendampingan Usaha

“Pelatihan pertama yang mengubah segalanya adalah manajemen keuangan rumah tangga,” ujar Waode antusias. Ia menunjukkan buku catatan keuangan barunya yang rapi.

Perubahan Signifikan Setelah Pelatihan

Waode kini memiliki Sistem Pencatatan Modern, sebelumnya tanpa pencatatan, uang masuk-keluar tidak terkontrol.Sesudah mengikuti pelatihan, Waode Memiliki buku kas harian dengan pemisahan jelas antara pemasukan usaha dan kebutuhan rumah tangga

Strategi Pengembangan Usaha

Diversifikasi produk, Kini tidak hanya menjual pisang goreng, tetapi juga kue tradisional. Penetapan harga berdasarkan kalkulasi biaya produksi

Prioritas Keuangan Keluarga
Alokasi khusus dana pendidikan anak, Pembagian proporsional untuk tabungan dan investasi usaha

Dampak Nyata bagi Keluarga
Pelatihan LRP telah membawa perubahan konkret:Peningkatan omzet usaha dari Rp 800.000 menjadi Rp 2,3 juta per bulan, Biaya sekolah anak kini terjamin hingga jenjang perguruan tinggi dan Tabungan keluarga terkumpul dalam 1,5 tahun terakhir

“Yang paling membahagiakan, saya bisa mengirim anak sulung kuliah di Universitas Halu Oleo tanpa utang,” ucap Waode dengan mata berkaca-kaca.

Pendekatan Holistik PT Vale Indonesia
Agusasia, Konsultan A+ untuk Program LRP PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, menjelaskan filosofi program ini:

“Vale tidak hanya memberikan kompensasi, tetapi membangun kemandirian. Program ini dirancang tiga tahap: pemulihan (6 bulan), penguatan (1 tahun), dan mandiri (1,5 tahun).”

Tantangan dan Harapan ke Depan
Waode berharap PT Vale dapat:Memperpanjang masa pendampingan, Menambah pelatihan pemasaran digital dan Membuka akses pasar yang lebih luas.

“Kami sudah bisa berdiri, tapi butuh dukungan untuk bisa berlari,” pintanya.

Inspirasi bagi Masyarakat Lain
Kisah Waode membuktikan bahwa kehilangan lahan bukan akhir segalanya. Dengan semangat dan pendampingan tepat, ibu rumah tangga biasa bisa menjadi pengusaha sukses.

“Sekarang saya justru bersyukur. Jika dulu hanya jualan seadanya, kini saya punya rencana pengembangan usaha yang jelas,” tutup Waode.

>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *