KOLAKA,WN – Dukung peningkatan kesadaran dan implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan kampus, Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka bekerja sama dengan PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa menggelar seminar nasional 2026, sebagai upaya memperkuat komitmen budaya K3 bagi Mahasiswa, Senin (09/02/2026) di Auditorium USN Kolaka.
Seminar diikuti ratusan Mahasiswa, serta pimpinan dan civitas akademika USN Kolaka dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional, mengangkat tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan Keselamatan Pertambangan Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”, dibuka Wakil Rektor III USN Kolaka, Qammaddin S.Kom, M.Kom, CITSM, ECIH mewakili Rektor USN Kolaka.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, Qammaddin memberikan apresiasi kepada PT Vale atas komitmennya menyelenggarakan seminar K3, sebagai bentuk kontribusi nyata bagi pengembangan sumber daya manusia lokal. Kegiatan ini dinilai sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Atas amanah Rektor, kami menyampaikan terima kasih kepada PT Vale Indonesia. Seminar ini memberikan pengalaman nyata dan perspektif industri kepada mahasiswa, khususnya terkait budaya K3 di sektor pertambangan,” katanya.
Qammaddin mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuka peluang penguatan kerja sama berkelanjutan antara USN Kolaka dan PT Vale, selain program beasiswa yang telah berjalan, juga penjajakan Nota Kesepahaman (MoU) di bidang pengembangan masyarakat dan riset bersama, terutama riset yang berfokus pada perlindungan lingkungan dan pencegahan bencana ekologis.
“Isu lingkungan hari ini menjadi perhatian serius. Kita tidak ingin bencana seperti yang pernah terjadi di beberapa wilayah Indonesia terulang kembali. Karena itu, kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan industri menjadi sangat penting,” katanya.
Qammaddin menegaskan, melalui kegiatan Vale Goes to Campus ini, USN Kolaka berharap terbangun sinergi kuat antara dunia akademik dan industri, sehingga mahasiswa tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berkontribusi secara etis, aman, dan berkelanjutan bagi pembangunan daerah dan nasional.
“Pemahaman K3 merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki sejak masa pendidikan tinggi untuk membentuk budaya kerja aman, disiplin, dan profesional, khususnya di sektor pertambangan dan industri berisiko tinggi,” kata Qammaddin.
Adapun Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Muda Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Tenggara, Febrianti memberikan apresiasi pada PT Vale dan USN Kolaka yang telah menyelenggarakan seminar K3, sebagai bentuk komitmen dalam penguatan budaya K3 di lingkungan Pendidikan Tinggi, apalagi cakupan K3 sangat luas.
“Dimanapun ada potensi bahaya seperti terkena sengatan listrik, dan lainnya. Hal itu semua bisa dikendalikan jika memiliki budaya K3,” katanya.
Sementara Senior Coordinator Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT Vale IGP Pomalaa, dr. Aditya Hafria Vanani mengatakan, K3 bukanlah hanya diperuntukkan bagi pekerja di sektor industri pertambangan, tetapi juga dilingkungan kampus, sebab potensi terjadinya bahaya ada dimana-mana, mulai dari fasilitas gedung maupun lainnya.
Aditya berharap melalui seminar nasional K3 ini, Mahasiswa dapat memperkuat komitmen budaya K3 dalam kehidupan kampus maupun bermasyarakat, serta menerapkan dan mengajarkan ilmu yang didapat pada lingkungan tempat tinggalnya.
“Kegiatan ini akan menjadi pengetahuan bagi Mahasiswa sebelum masuk ke dunia kerja. Diharapkan apa yang didapat hari ini, dapat disampaikan pada orang-orang sekitar kita,” harapnya.
dr. Aditya menambahkan, Vale goes to campus melalui seminar nasional K3 yang dilakukan PT Vale bekerjasama dengan USN Kolaka, merupakan amanat dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian ESDM, dimana setiap perusahaan diwajibkan melakukan sosialisasi atau kampanye K3 selama “Bulan K3”, tidak hanya di internal perusahaan tetapi juga ke lingkungan eksternal.













