KOLAKA,WN–Kepala Dinas Kesehatan(Dinkes) Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) Hj Sri Raoda Buna, ditemui wartawan di ruang kerjanya pada(19/10/2026) dikonformasi terkait sejauhmana taggungjawab dan kontribusi dalam bidang Kesehatan yang diberikan kepada Pemda Kolaka untuk kepentingan masyarakat.
Kepala Dinkes Sri Raoda menuturkan bahwa sejauh ini, sejak dirinya menjabat sebagai Kadinkes pada Desember lalu, PT vale telah memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dengan melakukan operasi katarak gratis kepada warga tidak mampu sebanyak 50 orang bekerjasama dengan salah satu klinik mata di Kolaka.
“Itu kalua memakai fasilitas BPJS, biaya operasi mata katarak itu bisa mencapai Rp 7 juta setiap orang, jadi kalua ada 50 an orang yang dioperasi katarak secara gratis yang dibiyai oleh perusahaan Vale, saya kira cukup besarlah anggaran yang dikeluarkan,”tutur Sri Raoda.
Lanjut Sri Raoda, mengatakan bahwa tanggungjawab PT Vale terhadap kompotensi tenaga perawat untuk menangani kegawat daruratan dengan menyelenggarakan pelatihan ACLS atau Advanced Cardiac Life Support, yang sudah dua kali dilaksanakan.
“Pelatihan ini sudah dua kali dilaksanakan untuk pelatihan ACLS bagi para tenaga Kesehatan, tenaga keperawatan untuk meningkatkan ketrampilan dalam menangani kegawat daruratan. Angakatan pertama itu sebanyak 30 orang, dan Angkatan kedua juga berjumlah 30 orang. Jadi sudah 60 orang tenaga nakes dan keperawatan diberikan ilmu keterampilan dalam menangani kegawat daruratan,”ungkap Sri Raoda.
Selanjutnya kata Kadinkes Sri Raoda, bahwa pada November 2026 mendatang pada gelombang ketiga PT Vale Kembali melaksanakan pelatihan khusus bagi dokter khusus menangani kegawat daruratan trauma atau Advanced Traumatik Life Support(ATLS).
“Gelombang ketiga ini juga 30 orang dokter pelaksanaannya di bulan November 2026, pelaksanaannya diselenggarakan di Rumah Sakit benyamin Guluh(RSBG) Kolaka, dan biaya pelataihannya ini juga cukup besar anggarannya bisa sampai Rp 15 juta kontribusinya setiap orang karena mendatangkan beberapa dokter instruktur dari luar Kolaka, dan itu sepenuhnya dibiayai oleh perusahaan Vale,”kata Sri Raoda.
Dikatakannya bahwa saat ini Pemda Kolaka telah melakukan MoU dengan perusahaan Vale untuk mengirim delapan orang dokter yang akan dibiayai pendididkannya sebagai dokter spesialis di Unhas Makassar, namun delapan orang dokter ini akan diseleksi sebanyak empat orang dokter spesialis kandungan, dokter spesialis anak, dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter spesialis bedah semuanya bertugas di Rumah Sakit Wasasi Wasabenggali Pomalaa.
“Jadi empat dokter yang menempuh pendidikan di Unhas sebagai dokter spesialis juga sepenuhnya dibiyai oleh perusahaan Vale, mulai dari uang kuliah setiap semester itu minimal Rp 29 juta,itu diluar uang buku, uang sewa rumah, dan biaya hidup selama menempuh Pendidikan selama empat tahun atau delapan semester.Jadi empat orang dokter yang mengambil spesialis itu tinggal persiapkan saja dirinya dan otaknya karena semua biaya ditanggung oleh PT Vale,”ujarnya.
Lanjut Sri Raoda mantan Kepala Bappeda Kolaka, menyampaikan bahwa PT Vale juga memberikan kontibusi terhadap Kesehatan berupa Alat alat kesehatan(Alkes) bagi Rumah Sakit Daerah Wasasi Wasabenggali Pomalaa nilainya mencapai hamper Rp 10 miliar dalam bentuk seperti alat ronsen, ventilator, dan item alat lain yang tidak disebutkan satu-satu.
“Yah, itu semua yang saya tahu sejak menjabat sebagai Kadinkes sampai saat ini, banyak hal yang sudah dibuat oleh perusahaan Vale dalam menunjang kelangsung sarana Kesehatan dan berbagai fasilitasnya, termasuk salah satu mobil ambulance diberikan pada Puskesmas Tanggetada,”pungkas Kadinkes Sri Raoda seraya berharap apa yang diperbuat Vale ini tetap berkesianambungan dan berkelanjutan untuk kepentingan masyarakat di Wonua Bumi Mekongga yang kita cintai.(**)













