Bantu Dapur SPPG Muhammadiyah, Dubes Tiongkok Hadiri Grand Launching di Pomalaa

Dubes Republik Rakyat Tiongkok, Zhen Wangda dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Irwan Hakim, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Agus Salim, Ketum DPRD Muhammadiyah Kolaka Wardi dan Anggota DPRD Kolaka Firlan menghadiri grand launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muhammadiyah Pomalaa.

KOLAKA,WN— Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok bekerja sama dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk penyediaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Grand launching SPPG Muhammadiyah Pomalaa, Kabupaten Kolaka yang digelar di SMP Muhammadiyah Dawi-Dawi, Senin (20/4/2026) dihadiri langsung Duta besar (Dubes) Republik Rakyat Tiongkok, Zhen Wangda dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Irwan Hakim.

Koordinator Nasional makan bergizi Muhammadiyah, Dr. Syafruddin Anhar mengatakan, SPPG Muhammadiyah Pomalaa sengaja di launching karena peralatannya atau dapur makan bergizinya merupakan bantuan dari kedutaan besar Republik Rakyat Tiongkok.

 Muhammadiyah secara nasional diberikan kepercayaan Badan Gizi Nasional mengelolah sebanyak 325 SPPG yang tersebar pada 19 provinsi dan 56 kabupaten/kota. Untuk Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) satu-satunya ada pada SMP Muhammadiyah Pomalaa. Dapur SPPG Pomalaa memberikan makan bergizi pada 2.194 siswa. Untuk siswa Muhammadiyah sendiri kurang dari 1.000 siswa, selebihnya lebih banyak siswa yang bukan sekolah Muhammadiyah.

“Alhamdulillah dapur kita telah memberikan manfaat yang banyak bagi siswa di luar sekolah Muhammadiyah,” kata Syafruddin Anhar.

Bupati Kolaka yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Agus Salim mengatakan, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah nyata dalam membantu masyarakat dalam pemenuhan pangan, dan peningkatan Gizi anak.

Bupati menilai Muhammadiyah selama ini telah menjadi mitra pemerintah dari berbagai aspek, baik itu pendidikan, sosial maupun kesejahteraan. Karena itu, dengan di launchingnya SPPG Muhammadiyah, diharapkan MBG dapat dikerjakan dengan profesional dan amanah, sehingga dapat memberikan manfaat baik bagi kesejahteraan masyarakat.

Adapun Dubes RR Tiongkok, Zhen Wangda mengatakan, Kedubes RRT dan Muhammadiyah selama ini telah melakukan berbagai kerjasama, diantaranya memberikan bantuan dapur SPPG. Melalui kerjasama ini, diharapkan semakin banyak siswa di daerah terpencil dapat mengetahui dan merasakan manfaat makan siang bergizi gratis, sehingga mereka dapat tumbuh sehat dan kuat.

“Dapur ini memang kecil, namun mengandung kehangatan dan harapan. Setiap hidangan mungkin tampak sederhana, tetapi berkaitan dengan kebahagiaan dan kesejahteraan banyak keluarga. Kedutaan Besar Tiongkok juga berharap melalui kerja sama dengan Muhammadiyah dapat membangun dapur makanan bergizi gratis, sebagai wujud penyampaian persahabatan tulus Tiongkok kepada komunitas Muslim di Indonesia,” harapnya.

Zhen Wangda juga berharap hubungan persahabatan dengan komunitas Muslim semakin erat. Kedekatan antar masyarakat ini merupakan bagian penting dari hubungan kedua negara. Selama ini, Tiongkok telah mengumpulkan banyak pengalaman dalam pengentasan kemiskinan, perbaikan gizi, serta layanan publik.

Dia juga berjanji terus memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan Muhammadiyah, serta berbagai kalangan di Indonesia, memperdalam pertukaran di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, serta mendorong lebih banyak program kesejahteraan yang bermanfaat bagi masyarakat luas, demi menciptakan kesejahteraan bagi rakyat kedua negara.

Sementara Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr.H. Irwan Akib mengatakan, terkait MBG sesungguhnya jauh sebelumnya pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan sudah memberi perhatian penuh, sebagaiman ayat Alquran jangan sampai meninggalkan generasi yang lemah, baik dari sisi ekonomi, sisi intelektualnya dan lainnya.

“Tahun 1912 ketika Kiai Dahlan mendirikan Muhammadiyah, salah satu perhatian penuh beliau adalah bagaimana memperhatikan anak-anak terlantar dan fakir miskin,” katanya.

Prof Irwan menilai SPPG merupakan satuan pemenuhan pelayanan pemenuhan gizi untuk sekian banyak manfaat. Pertama pemenuhan gizi anak-anak supaya kuat dan sehat. Karena itu, pemenuhan gizi jangan dilihat gratisnya. Kalau gizinya terpenuhi dengan baik, otaknya akan cerdas dan akan berdampak pada kemampuan intelektualnya yang baik pada anak. Selain itu, dengan MBG ekonomi masyarakat berjalan dengan baik.

“Perhatian ada pengelola SPPG Muhammadiyah supaya memperhatikan gizi anak dan kebersihannya. Jangan faktor ekonominya jalan, faktor gizi tidak diperhatikan,” tegasnya.

Prof. Irwan Hakim juga bersyukur dari ratusan SPPG yang dikelola Muhammadiyah, sampai sekarang tidak ada masalah. Karena itu, SPPG Muhammadiyah harus terus dijaga agar tidak menimbulkan masalah.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan prasasti kerjasama antara Dubes Republik Rakyat Tiongkok dan Muhammadiyah, serta peninjauan dapur SPPG Muhammadiyah Pomalaa. (*)

>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *