JAKARTA,WN—Perkuat promosi investasi dan produk lokal, PT Antam(Persero) Tbk Unit Bisnis Pertambangan(UBP) Nikel Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) turut mengambil peran strategis dalam mempromosikan potensi unggulan Kabupaten Kolaka pada ajang Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia(APKASI) Otonomi Expo(AOE) 2026 di Indonesia Convention Exhibition(ICE) BSD City, Tangerang, 27–29 Agustus 2026.
Dalam pameran berskala nasional tersebut, Antam berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka yang dipimpin langsung Bupati Kolaka, Amri. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi potensi daerah, membuka peluang investasi, sekaligus memperluas akses pasar bagi produk unggulan Kabupaten Kolaka.
Kehadiran Antam di stand Kabupaten Kolaka menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung. PT Antam UBP Nikel Kolaka menampilkan sejumlah materi yang menggambarkan proses serta hasil industri pertambangan nikel di Bumi Mekongga.
Produk yang dipamerkan antara lain bijih nikel atau ore serta hasil produksi pabrik PT Antam UBP Nikel Kolaka, yakni Low Carbon Shot Nickel. Selain itu, Antam juga menghadirkan berbagai souvenir yang dapat diperoleh pengunjung stan Kabupaten Kolaka.
PT Antam UBP Nikel Kolaka dalam kegiatan tersebut diwakili Condev Senior Specialist Antam UBPN Nikel Kolaka, Syafri. Sementara Kolaka Region CSR & External Relations Sub Division PT Antam UBP Nikel Kolaka, Muhammad Rusdan mengatakan, keikutsertaan Antam dalam APKASI Otonomi Expo menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi pertambangan nikel Kolaka kepada masyarakat dan calon investor yang hadir dari berbagai daerah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Kolaka tidak hanya memiliki sumber daya nikel yang besar, tetapi juga memiliki potensi pengembangan industri dan hilirisasi yang dapat memberikan nilai tambah bagi daerah,”ujar Rusdan.
Menurutnya, kehadiran Antam dalam pameran tersebut tidak sekadar menampilkan produk pertambangan, tetapi juga memperkenalkan bagaimana aktivitas pertambangan dijalankan dengan memperhatikan prinsip Good Mining Practice.
“Melalui kegiatan ini, kami juga ingin memperkenalkan komitmen Antam dalam menjalankan pertambangan yang baik, berkelanjutan, memperhatikan aspek lingkungan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional,”ungkap Rusdan.
Partisipasi Antam bersama Pemkab Kolaka sekaligus memperlihatkan eratnya sinergi antara Badan Usaha Milik Negara(BUMN) dan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Promosi potensi nikel diharapkan dapat membuka ruang komunikasi dan peluang kerja sama dengan investor maupun pelaku usaha.
Kolaka sendiri memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertambangan dan industri hilirisasi. Karena itu, momentum AOE 2026 dimanfaatkan untuk memberikan gambaran lebih luas kepada calon investor mengenai peluang pengembangan industri berbasis sumber daya alam di daerah tersebut.
“Kami berharap kehadiran Antam di APKASI Expo ini bisa ikut memperkuat promosi Kabupaten Kolaka, sehingga potensi yang dimiliki daerah semakin dikenal dan peluang kerja sama maupun investasi ke depan semakin terbuka,”ungkapnya.
Tak hanya sektor pertambangan, Pemerintah Kabupaten Kolaka melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) juga memanfaatkan AOE 2026 untuk mempromosikan berbagai kerajinan dan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah(UMKM) lokal.
Kehadiran produk UMKM dan kerajinan lokal tersebut melengkapi potensi yang ditampilkan Kabupaten Kolaka. Sinergi antara Pemkab Kolaka, Antam, serta pelaku UMKM menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya saat membuka APKASI Otonomi Expo 2026. Pemerintah kabupaten didorong untuk terus memperkuat inovasi serta daya saing ekonomi daerah yang memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Melalui keikutsertaan dalam AOE 2026, Antam bersama Pemkab Kolaka mempertegas komitmen untuk mengangkat potensi daerah ke tingkat nasional. Mulai dari kekayaan sumber daya nikel, pengembangan industri dan hilirisasi, hingga kerajinan serta UMKM lokal, seluruhnya diperkenalkan sebagai bagian dari upaya membuka peluang investasi dan mendorong kemajuan ekonomi Kabupaten Kolaka.(**)













