KOLAKA,WN–Warga Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) yang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut(ISPA), ungkap Kepala Dinas Kesehatan(Kadinkes) Hj Sri Raoda Buna diwakili Kepala Bidang(Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit(P2P) Dinkes) Kolaka Yusnitha Bulawan saat ditemui di ruang kerjanya pada(5/10/2026). Yusnitha dikonfirmasi terkait masalah warga Kabupaten Kolaka yang menderita ISPA. Ia menjelaskan bahwa saat ini berdasarkan data, masyarakat Kolaka penderita ISPA sebanyak 25 ribu orang lebih. Hal itu diketahui setelah warga tersebut melakukan pemeriksaan di rumah sakit, Puskemas, diagnose dokter maupun di tempat pelayanan Kesehatan lain. Warga penderita ISPA ini mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga lanjut usia(lansia).Warga penderita ISPA didominasi oleh warga Kecamatan Pomalaa sebanyak 3.371 orang disusul oleh warga Kecamatan Wundulako sebanyak 3.096 orang, selanjutnya warga Kolakaasi Kecamatan Latambaga juga sebanyak tiga ribuan orang.
Yusnitha menjelaskan salah satu penyebab terjadinya warga terkena penyakit ISPA penyebabnya dari asap, debu hingga faktor cuaca bisa mempengaruhi manusia bisa terkena penyakit ISPA.”Sebaiknya kalua bepergian berkendara memakai masker agar terhindar dari polusi debu, asap maupun polusi lainnya agar tidak terkena ISPA,”kata Yusnitha.
Ditanya terkait kasus penyaki HIV/AIDS sebanyak 213 orang kini sementara berobat, sejauhmana perkembangannya termasuk 46 orang penderita HIP/AIDS yang dinyatakan lost contack, dan salah satu yang lost contack ini kata Yusnitha diduga pergi ke Papua hal diketahui sesuai KTP nya. 46 orang penderita HIV/AIDS ini yang lost Contack artinya tidak diketahui keberadaanya dimana, sebagaimana diungkapkan Kadis Kesehatan Hj Sri Raoda Buna beberapa Waktu lalu di Gedung DPRD Kolaka. Yusnitha mengatakan bahwa saat ada kasus baru terinfeksi penyakit HIV/AIDS seebanayak 26 orang, kini sementara juhga dalam melakukan pengobatan di rumah sakit maupun di Puskesmas. “Jadi ada tambahan kasus baru sebanyak 26 orang, kini sementara melakukan pengobatan di rumah sakit maupun di Puskesmas,”kata Yusnitha.(**)













