KOLAKA,WN–Kepala Dinas Ketahanan Pangan(Ketapang) Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) H Abbas Nuhung ditemui wonuanews di ruang kerjanya pada(30/9/2026), dikonfirmasi terkait sejauhmana Pemda Kolaka mengantisiapasi krisis pangan terjadinya kemarau Panjang kini masih tetap berlangsung. Abbas juga nantan Asisten II Setda Kolaka menjelaskan kaitannya dengan musim kering yang masih berlangsung sampai saat ini, indikatornya bagaimana ketahanan pangan bisa terjamin. “Jadi salah satu langkah yang kami ambil adalah menyediakan yang namanya cadangan pangan berupa beras,”ungkap Abbas.
Dikatakannya cadangan pangan beras ini, sebagaimana diketahui tahun-tahun sebelumnya itu belum dilakukan.”Nah, itulah bagian dari tugas kami, dan alhamdulillah kurang lebih 8 bulan saya dipercayakan oleh pak Bupati Amri untuk mengabdi di sini, Saya sudah minta sama pak Bupati, bahwa ini wajib hukumnya Pemerintah Daerah memiliki yang namanya cadangan pangan beras, dan saya sudah memohon juga agar diberikan regulasinya,”ungkap Abbas.
Cadangan pangan beras sebanyak 30 ton yang dianggarkan APBD sebesar Rp 500 juta untuk mengantisipasi kekurangan pangan akibat terjadinya bencana kekeringan, banjir, longsor, kebakaran maupun bencana lainnya. Dan Ketika itu terjadi maka disitu negara harus hadir, pemerintah harus hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya masalah pangan.”Jadi cadangan pangan sebanyak 30 ton itu harus standby di Bulog dan sewaktu Waktu dibutuhkan akan diambil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Cadangan pangan beras ini kita kerjasamakan dengan pihak Bulog. Pemda membeli berasnya dan disimpan digudang Bulog, Ketika dibutuhkan baru bisa dikeluarkan,”kata Abbas mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kolaka.(**)













