KOLTIM,WN—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata(KKN) reguler Universitas Sembilanbelas November(USN) Kolaka paparkan program kerja berbasis Sustainable Development Goals(SDGs) yang dilaksanakan di Desa Ambapa Kecamatan Tinondo Kolaka Timur(Koltim) pada(20/7/2026). Hal itu disampaikan Syahrul, S.Si., M.T didampingi Muh. Iyan Alfarizik dalam siaran persnya kepada wartawan.
Dalam upaya mewujudkan pengabdian yang nyata dan berkelanjutan, Syahrul menyampaikan bahwa mahasiswa KKN reguler USN Kolaka tahun 2026 secara resmi memaparkan delapan rancangan program kerja di hadapan masyarakat. Seminar yang dilaksanakan di Balai Desa Ambapa dan dihadiri Kepala Desa beserta seluruh aparat Desa Ambapa, Bintara Pembina Desa Ambapa, para tokoh masyarakat, serta seluruh anggota tim KKN yang bertugas di Desa Ambapa. Seminar ini dilaksanakan sebagai tahap awal pengenalan program kerja mahasiswa kepada pemerintah desa. Seluruh kegiatan yang dirancang merupakan hasil observasi lapangan serta diskusi bersama warga, sehingga
diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat Desa Ambapa.
Tema besar KKN tahun ini “Kolaborasi SDGs untuk Desa Berdaya dan Berkelanjutan” menjadi dasar utama dalam penyusunan setiap program, dengan harapan mampu mendorong kemandirian desa melalui pemanfaatan potensi lokal dan peningkatan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh. Program kerja yang akan dilaksanakan mencakup tiga bidang utama.
Pada bidang pemerintahan, infrastruktur dan lingkungan, mahasiswa merencanakan pembuatan patok batas wilayah antara Desa Ambapa dan Desa Tutuwi, pengecatan ulang tugu yang berada diperempatan lapangan agar lebih menarik dan menjadi ikon desa, pembuatan papan nama untuk setiap dusun guna mempermudah identifikasi wilayah, serta pemasangan plang penuntujuk arah menuju objek wisata air terjun Ambapa yang dimulai dari tugu perempatan lapangan hingga kelokasi wisata.
Program unggulan lainnya kata Syahrul adalah pembuatan pupuk organik berbasis kotoran sapi yang bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan desa, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan memanfaatkan potensi peternakan yang ada di Desa Ambapa menjadi nilai ekonomi baru.
Pada bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan, mahasiswa akan berperan sebagai guru pengganti di sekolah sekaligus memberikan pelatihan pramuka bagi siswa, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai ajaran etika dan tata krama yang akan menyasar siswa SD dan SMP agar memiliki karakter yang baik. Terakhir, pada bidang kesehatan dan lingkungan,
mahasiswa merencanakan sosialisasi DAGUSIBU khusus Obat Golongan Bebas dan Antibiotik yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2026 di Pos Kesehatan Desa(Poskesdes) Desa Ambapa.
Materi akan difokuskan pada cara mendapatkan obat bebas yang aman dengan melihat label dan izin BPOM, aturan pakai yang benar, serta pentingnya menghabiskan antibiotik sesuai resep dokter untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik. Selain itu, akan dilaksanakan juga program pemilahan sampah diarea lapangan dengan penyediaan tempat sampah terpilah untuk mendukung kebersihan lingkungan dan mengurangi pencemaran. Seluruh kegiatan tersebut kata Syahrul akan dipusatkan di beberapa titik strategis di Desa Ambapa.
Diantaranya pemasangan batas desa akan dilakukan di perbatasan Ambapa-Tutuwi, pemasangan plang wisata dimulai dari tugu perempatan lapangan hingga ke area air terjun, pembangunan tempat sampah dan
pengecatan tugu dilaksanakan di area lapangan desa, untuk pembuatan pupuk organik akan dilaksanakan di halaman balai Desa Ambapa, sementara kegiatan pelatihan dan pendidikan dilaksanakan di sekolah SD dan SMP serta sosialisasi DAGUSIBU dilaksanakan di Poskesdes pada tanggal 7 Agustus 2026.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung setelah pemaparan, pemerintah desa dan masyarakat memberikan berbagai masukan serta saran konstruktif. Masukan tersebut nantinya akan digunakan oleh mahasiswa sebagai bahan evaluasi agar setiap program dapat diimplementasikan secara tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi sosial budaya Desa Ambapa. Pemerintah desa menyatakan dukungan penuh dan memberikan persetujuan agar seluruh
rangkaian program dapat segera direalisasikan selama masa KKN
berlangsung.
Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa dan masyarakat, diharapkan delapan program ini dapat memberikan dampak langsung berupa tertatatnya administrasi desa, meningkatnya produktifitas pertanian melalui pemanfaatan pupuk organik, meningkatkan kesadaran lingkungan melalui pemilahan sampah, penguatan karakter generasi muda, serta peningkatan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat yang rasional dan aman. Dengan demikian, langkah kecil ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan Desa Ambapa yang lebih tertata, berdaya dan berkelanjutan sesuai dengan semangat SDGs.(**)













