Berita  

Pengakuan Seorang Nenek Saat Mengantar Cucunya di IGD RSBG Kolaka, Pelayanannya Sangat Mengecewakan

KOLAKA,WN—Rumah Sakit Benyamin Guluh(RSBG) atau lasimnya dikenal masyarakat dengan nama Rumah Sakit SMS Berjaya. Rumah sakit tersebut merupakan salah satu aikon sebagai bangunan yang termegah di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra), Rumah Sakit RSBG/SMS Berjaya dengan ciri khas berwarna merah yang berlantai 4 terdiri dari 3 tower berdiri kokoh di depan pantai Bypas Mekongga.

Rumah Sakit SMS Berjaya/RSBG Kolaka salah satu harapan masyarakat untuk memperoleh fasilitas kesehatan dengan pelayanan memadai. Namun harapan masyarakat itu tidak semudah yang dibayangkan selama ini. Terlalu banyak keluhan dari keluarga pasien maupun pasien saat masuk di Instalasi Gawat Darurat(IGD) RSBG yang tidak mendapatkan pelayanan atau tindakan medis dengan cepat meskipun itu pasien dalam keadaan kritis. “RSBG ini begitu megah, namun tidak semegah dengan tindakan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat” pernyataan ini senantiasa terucap dari warga yang kecewa dengan pelayanan kepada masyarakat saat masuk ke RSBG maupun saat dilakukan penanganan medis di IGD.

Salah satunya Dg Suci salah seorang warga Kolaka Jalan Bendungan yang mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap pelayanan di IGD RSBG kepada media ini pada(16/6/2026. Ia menuturkan bahwa pada(10/6/2026) sekitar pukul 9.00 malam Wita dirinya mengantar cucunya MI(18) bulan ke IGD RSBG Kolaka dalam keadaan kritis akibat tenggelam dikolam ikan terletak di halaman kediaman orang tua korban. Namun saat tiba di IGD nampaknya pasien MI yang sudah kritis ini tidak segera ditangani.

Menurut pengakuan Dg Suci bahwa cucunya ini meski dalam keadaan kritis tapi tidak segera ditangani oleh petugas, “Cucu saya tidak segera ditangani, pada hal sudah dalam keadaan kritis, napasnya hanya sekali kali saja, sebelum ditangani pihak petugas saat itu menyuruh saya agar mengurus proses administrasi lebih dulu, jadi nanti setelah selesai diurus administrasinya sekitar 15 menit baru cucu saya ditangani oleh petugas, mujizad cucu saya masih bisa selamat meski dalam keadaan kritis dan lambat penanganannya,”tutur Dg Suci dengan nada sedih.

Dg Suci berharap semoga pengalaman ini, tidak ada pasien lagi diperlakukan seperti saat mengantar cucunya sedang kritis ke IGD RSBG yang tidak memperoleh penanganan segera.”Sepertinya proses administrasi lebih diutamakan dari pada memberikan pertolongan kepada pasien,”ungkap seraya berharap semoga tidak ada lagi pasien yang diperlakukan saat mengantar cucunya sedang kritis ke IGD RSBG.

Plt Direktur RSBG dr Julianita ditemui di ruang kerjanya pada(17/5/2026) dikonfirmasi terkait persoalan tersebut mengenai pasien kritis yang tidak segera mendapatkan penanganan medis dari pihak IGD RSBG. Menurut dr Julianita bahwa informasi itu hanya mendengarkan dari kata orang, karena tidak melihat secara langsung, “bapak juga tidak melihat secara langsung kan,”kata Plt Dirut RSBG kepada media ini.

Menurutnya bahwa keluhan keluarga pasien itu, ia tidak membenarkan stafnya dan juga tidak menyalahkan orang tua pasien,”tapi saya hanya bisa mendengarkan keterangan dan secara kebiasaan selama ini melihat teman-teman di IGD itu tidak pernah mempermasalahkan administrasi.” “Kita selalu memberikan pelayanan dulu kepada pasien.”Terbukti, kadang-kadang ada pasien yang 3 hari baru ada rujukannya atau baru ada jaminannya tetap kami layani,”ungkap dr Julianita.

Menurut dr Julianita, bahwa kalau untuk memberikan kepuasan pelayanan itu memang susah, tapi pihaknya berusaha untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik, dan Insyah Allah kami akan selalu berusaha untuk meningkatkan pelayanan.”Kami selalu mengadakan rapat rutin tiap bulan, kalau adapun masalah yang muncul atau keluhan biasanya kami langsung konfirmasi ke yang bersangkutan.”Jadi kalau ada masalah kami selalu panggil mereka untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas tentang pelayanan pasien,”ujar Julianita.

Terkait kejadian beberapa hari, kata dr Julianita bahwa apa yang dilakukan stafnya, sudah betul.”Saya tidak ada pada saat itu, pak. Jadi saya tidak itu menurut laporan yang saya terima. Saya tidak bisa juga apa lagi memastikan bahwa mereka sudah memberikan pelayanan terbaik, tapi menurut laporan bahwa pasien sudah ditangani dan dipasangkan oksigen, dan pasien sempat dirawat di ruang VVIP selama beberapa hari,”ungkap Julianita.

Sementara Bupati Kolaka H Amri dalam setiap kesempatan acara telah menegaskan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyaraka di RSBG, harus senantiasa mengedepankan pelayanan yang cepat, profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.”Saya tegaskan kepada seluruh jajaran rumah sakit agar memberikan pelayanan terbaik tanpa membedakan latar belakang pasien, serta memastikan setiap warga yang membutuhkan pertolongan medis mendapatkan penanganan secara optimal dan tepat waktu.”Kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan merupakan hal yang sangat penting. Karena itu, seluruh tenaga kesehatan dan petugas rumah sakit harus menjunjung tinggi etika profesi, meningkatkan disiplin kerja, serta memperkuat koordinasi dalam memberikan pelayanan,”penggalan kata ini adalah sebuah penegasan dan harapan Bupati Kolaka H Amri dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat Kolaka melalui kartu Beramal Kesehatan.(**)

>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *