Hadiri Wisuda Tahfidzul Qur’an 30 Juz PPTQ Baiturrahim Kolaka, Bupati Meneteskan Air Mata

Bupati Kolaka Amri Djamaluddin menyerahkan tanda penamatan santri Tahfidzul Qur'an PPTQ Baiturrahim Kolaka

KOLAKA, WN – Hadiri acara wisuda tahfidzul Quran 30 juz yang menamatkan 27 santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Baiturrahim Kolaka, Bupati Kolaka H Amri Djamaluddin tak kuasa menahan tangis saat memberikan sambutan di gedung Al-Furqon, Selasa (30/06/2026).

“Melihat wajah kalian para penghafal Al-Qur’an, Haqul yaqin masa depan Kolaka akan cerah dan keberkahan untuk wonua Mekongga. Saya kalau ketemu penghafal Al-Qur’an bawaan terharu dan bangga,” kata Bupati tanpa terasa menangis haru.

Sebagai bentuk kecintaan pada penghafal Al-Quran, Bupati mengintruksikan kepada Kabag Kesra supaya mendata dimanapun keberadaan penghafal Al-Quran 30 juz asal Kolaka dan memprioritaskan pemberian beasiswa pada penghafal 30 juz yang kuliah sampai selesai studinya.

“Cari regulasinya, enam bulan setelah kuliah, menghadap sama saya, biar Pemda yang bayar semua kuliahmu sampai selesai, sebagai bentuk penghormatan pada anak-anak penghafal Al-Quran,” tegas Bupati.

Amri mengatakan, penamatan santri bukan sekedar seremoni, tetapi menjadi penanda lahirnya generasi yang telah ditempa dengan ilmu, iman, dan nilai-nilai keislaman. Perjalanan menuntut ilmu tidak berakhir ketika mendapat ijazah, justru menjadi awal pengabdian dalam membangun daerah, bangsa dan negara.

Bupati juga menekankan pentingnya akhlak pada para santri, sebab dunia tidak sekedar membutuhkan orang-orang yang cerdas, tetapi manusia yang berakhlak mulia. Kecerdasan tanpa akhlak dapat menyesatkan dan dapat merusak tatanan kehidupan.

Adapun Pimpinan PPTQ Baiturrahim Kolaka, KH. Muh Duwana Said mengatakan, wisuda dan Penamatan Santri ini merupakan yang keempat kalinya dilaksanakan. Adapun yang di wisuda 30 juz berjumlah 27 Santri. Yang tamat jenjang MTs berjumlah 93 santri dan MA berjumlah 87 santri.

“Sejak PPTQ Baiturrahim Kolaka berdiri, saat ini sudah mewisuda 116 santri tahfidz Al-Qur’an 30 juz, dan tidak semua yang tamat menyelesaikan hafalan 30 juz, sebab itu tidak mudah,” katanya.

Ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kolaka ini mengungkapkan, tamatan PPTQ Baiturrahim saat ini ada yang melanjutkan studi di luar negeri seperti Kairo Mesir dan berbagai Universitas ternama di Indonesia, bahkan di fakultas kedokteran.

KH Duwana juga memberikan apresiasi kepada Bupati Kolaka yang begitu peduli dan menjadi bagian dari hadirnya PPTQ Baiturrahim, baik ketika masih menjadi PNS di Pemda Kolaka, hingga menjadi Bupati Kolaka.

Sementara Kakan Kemenag Kolaka H Muhammad Kadir Azis mengatakan, dirinya sangat cemburu dan ingin memiliki anak penghafal Al-Quran 30 juz, sebab masuk ke Ponpes Tahfidzul Qur’an tidaklah mudah, karena banyak orang tua yang menginginkan anaknya masuk Ponpes, tapi anaknya tidak memiliki kemampuan.

“Anak penghafal Al-Quran menjadi penerang dan penolong orang tua di akhirat kelak,” katanya.

Kakan Kemenag juga memberikan apresiasi pada Bupati Kolaka yang punya perhatian sama pada semua Pondok Pesantren di Kolaka. Hal ini dibuktikan, selalu hadir ketika diundang dalam kegiatan Pesantren. (*)

>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *