KOLAKA, WN—Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Prof. Dr. Rosnawintang, S.E., M.Si., kembali mendaftar sebagai Bakal Calon (Balon) Rektor Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka periode 2026-2030, Rabu (08/04/2026).
Membawa visi keberlanjutan, Profesor Rosnawintang siap bersaing memperebutkan orang nomor satu di kampus merah marun. Kehadirannya di sekretariat panitia pemilihan Rektor USN Kolaka ini merupakan pendaftar yang ketiga setelah dua Balon Rektor mendaftar terlebih dahulu.
Dalam prosesi pendaftaran yang berlangsung khidmat, Prof. Rosnawintang yang tampil anggun menyerahkan berkas persyaratan kepada panitia. Momen ini mempertegas daya tarik USN Kolaka bagi para cendekiawan papan atas di Sulawesi Tenggara.
Prof. Rosnawintang bukan sekadar kandidat biasa. Sejak dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Januari 2023, beliau aktif menjadi motor penggerak dalam kajian perbankan, pemberdayaan UMKM, hingga analisis ekonomi daerah. Pengalaman beliau sebagai narasumber nasional dan dosen tamu menjadi modal intelektual yang berharga untuk menjawab tantangan tata kelola universitas di masa depan.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Irajuana Haidar, menyampaikan apresiasi mendalam atas pendaftaran dan partisipasi Prof. Rosnawintang dalam Pilrek tahun ini, sekaligus melengkapi keberagaman latar belakang kandidat yang telah masuk ke meja panitia.
“Kami sangat menghormati keputusan Prof. Rosnawintang untuk kembali mendedikasikan diri bagi USN Kolaka. Kehadiran beliau sebagai pendaftar ketiga merupakan progres yang sangat berarti bagi panitia dalam memenuhi kuota minimal bakal calon sesuai regulasi. Kami berkomitmen untuk terus menjaga integritas dan transparansi dalam setiap tahapan seleksi yang sedang berjalan ini,” kata Irajuana.
Sementara Ketua Senat USN Kolaka, Dr. Muhammad As Ari AM, berharap hadirnya para pakar seperti Prof. Rosnawintang dapat memicu debat gagasan yang konstruktif di tingkat Senat. Fokus utama tetap pada pencarian pemimpin yang memiliki integritas dan kemampuan manajerial untuk membawa institusi semakin kompetitif.
Dengan sisa waktu pendaftaran yang ada, publik kini menanti pendaftar selanjutnya yang akan melengkapi kuota minimal empat bakal calon, guna memastikan proses demokrasi kampus berjalan sesuai dengan mandat peraturan perundang-undangan. (**)













