KOLAKA,WN—Capaian kemajuan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Kolaka sebagai Badan Usaha Milik Daerah(BUMD) saat ini sudah dipimpin oleh Armansyah,S.E selaku Direktur Utama(Dirut) sudah berjalan dua periode patut mendapatkan apresiasi dan dukungan untuk maju berkembang menjadi perusahaan milik daerah yang maju, mandiri dan berdiri diatas kaki sendiri, membangun diri sendiri, menolong diri sendiri dalam mengembangkan usaha dan menjadi pilar utama Kabupaten Kolaka menjawab tantangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menjadi lokomotif pergerakan perekonomian daerah.
Haning Abdullah mantan pegawai Perumda Aneka Usaha Kolaka selama 15 tahun, kini sudah memasuki purna bhakti sejak Februari 2026 lalu. Haning yang ditemui media ini pada(19/8/2026) disalah satu warkop jalan bypass Kolaka, mengawali percakapannya Haning menuturkan bahwa selama ini dirinya merasa prihatin dan juga rasa haru terkait ada-ada saja tudingan begitu pedas, isu korupsi, isu memperkaya diri sendiri, semuanya itu merupakan pembentukan opini publik yang ditujukan kepada Perumda Aneka Usaha Kolaka maupun terhadap pribadi Armansyah selaku Dirut, seperti isu baru-baru ini beradar di media sosial. “Tetapi semua opini kritikan pedas, isu menohok hingga tuduhan korupsi itu semakin memperkokoh Armansyah selaku Dirut dalam mengembangkan BUMD Perumda ini semakin maju dalam berkontribusi PAD kepada daerah Bumi Mekongga sama kita cintai,”ujar Haning.
Dikatakannya bahwa sejak berkarir di Perusda Aneka Usaha sebelum berubah menjadi Perumda Aneka Usaha Kolaka dirinya pernah diberikan kepercayaan sebagai Pelaksana tugas(Plt) Dirut tahun 2014 sampai tahun 2017” dan saya pernah bernaung di Perusda bahkan pernah mendapat amanah sebagai Plt.Dirut tahun 2014 sampai 2017 dan “Saya tercatat sebagai Plt Dirut terlama di Perusda,”saya bersyukur dan bangga melihat capaian kinirja yang dilakukan oleh Armansyah selaku Dirut Perumda Aneka Usaha Kolaka didampingi dua orang rekannya Awal Riadi Yulianto selaku Direktur Keuangan dan Taufiq Eduard selaku Sekretaris Perusahaan,”ujarnya.
Ditanya tanggapannya adanya berbagai sorotan dan keritikan negatif yang bahkan dilaporkan ke institusi Aparat Penegak Hukum(APH) atas dugaan dugaan pelanggaran yang terkesan diarahkan lansung keperibadi Armansyah sebagai Dirut, Haning sambil tersenyum kembali menegaskan bahwa tidak mau masuk kerana itu “namun saya tegaskan bahwa saya lah lebih paham betul seperti apa perusahaan daerah ini dimasa lalu, dan seperti apa saat sekarang, dengan masuknya Armansyah memimpin perusahaan langsung membenahi secara bertahap persoalan internal maupun persoalan diluar perusahaan,”kata Haning.
Dikatakannya sejak Agustus 2017, ia melakukan serah terima jabatan Dirut kepada Armansyah.” Walaupun saya paham apa yang terjadi namun menghargai yang namanya kritikan maupun sorotan kalau itu untuk perbaikan sebagai wujud kepedulian, dan Pak Armansyah itu bukanlah pribadi alergi dengan kritikan, kalaupun ada loporan laporan ke institusi APH itu sah sah saja namanya saja dugaan, bisa terjadi karena kurang paham suatu masalah sehingga timbul dugaan lain. “Jadi kita tetap berperasangka baik, buktinya Perumda aman-aman saja, bahkan disektor pertambangan dimana pengesahan RKAB oleh Kementerian ESDM yang semakin diperketat dengan verifikasi sesuai fakta lapangan sehingga banyak IUP tidak mendapatkan pengesahan bahkan terancam dicabut IUP nya, tapi alhamdulillah Perumda Kolaka lancar-lancar saja mendapatkan pengesahan dari Kementerian ESDM, hal itu menunjukkan kalau tidak ada permasalahan sebagaimana dugaan dugaan negatif yang kadang viral di medsos dan menjadi pemberitaan media karena tidak mungkin Kementerian ESDM mengesahkan RKAB nya kalau ada permasalahan dan pelanggaran sesuai ketentuan UU dan regulasi terkait pertambangan,”kata Haning dengan tegas.
Lanjut Haning, sejak ia mulai masuk di Perusda sejak tahun 2010 dengan jabatan sebagai Kabag Humas sampai tahun 2014, dan terjadi lima kali pergantian direktur utama. Dan pada Agustus 2017 barulah Armansyah masuk sebagai Dirut depenitif hasil seleksi dan uji kompotensi di DPRD, “dan saya lanjut sebagai karyawan dengan posisi sebagai Kepala Devisi Pertambangan mendampingi Armasyah dan tahun 2023 bergeser posisi sebagai Kepala Devisi Usaha Perusahaan dan pensiun pada Desember 2024 karena itu saya katakan paham betul apa dan bagaimana Perumda dan sampai hari ini saya masih tetap koperatif diskusi teman teman di Perumda baik Direksi maupun staf untuk kebaikan Perumda, makanya saya apresiasi dengn kinerja Armansyah sebagai Direktur Utama bersama segenap karyawan Perumda tetap solid bekerja untuk kemajuan Perumda,”ungkap Haning juga Ketua Komwil LMR RI Sultra.
Lanjut Haning, menekankan bahwa bila mengurai satu persatu lewat media perjalanan Perumda dari tahun 2010 sampai kondisi saat ini, tapi perlu publik paham kalau Armansyah masuk menjalankan amanah sebagai Direktur Utama di Perumda tahun 2017 bagai benang kusut dan saya tau betul karena adalah Plt.Dirut sebelumnya, beliau masuk Perumda diperhadapkan utang PNBP dan tunggakan Pajak Badan serta PPH 23 dan pajak pajak lainnya kurang lebih Rp 48 Milyar, jangankan kontribusi PAD kedaerah waktu itu gaji karyawan saja tidak bisa dibayar, karena di era saya hanya fokus mencari solusi agar IUP Perumda tidak dibekukan dan memang kegitan Pertambangan belum stabil akibat penghentian ekspor ore nikek dan pembelian pabrik Smelter dalam negeri masih sangat terbatas, belum lagi regulasi pertambamgan ditarik jadi kewenangan Provinsi dan saat ini menjadi kewenangan penuh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian ESDM. “Alhamdulillah dengan kemauan dan kerja keras Dirut Utama Armansyah secara bertahap tunggakan utang utang kenegara termasuk PNBP serta pajak pajak lainnya dapat terselesaikan dan kontribusi PAD kepada daerah terus meningkat dari tahun ke tahun dan termasuk signifikan kalau dibandingkan Perumda BUMD lainnya di Sultra bahkan dilirik secara nasional dan mendapatkan apresiasi Kementerian Dalam Negeri.
Ia menegaskan bahwa tidak etis bila dirinya menguraikan besaran kontribusi PAD Perumda Kolaka, termasuk bantuan bantuan lansung sosial dan kegitan yang menunjang percepatan Pembangunan Daerah, yang pasti harus obyektif menilai walaupun tidak dipungkiri masih banyak kekurangan dan kelemahan kelemahan yang harus dibenahi dan saat sementara berperoses termasuk peningkatan SDM karyawan sesuai bidangnya masing masing terus dilakukan melalui pelatihan pelatihan dan bintek yang dilaksanakan Kementerian terkait. Jujur saja Perumda Kolaka saat ini cukup seksi dan banyak dilirik orang termasuk mereka yang ada niat bergabung dan jadi karyawan, juga mulai dilirik investor dalam dan luar begeri untuk jadi mitra kerjasama Perumda Kolaka. Dalam mengakhiri percakapannya dengan wartawan media ini, dirinya masih dipercayakan sebagai Ketua Komwil LMR-RI BPH NMS Sultra sebagai Inteljen Khusus Recklassering LMR- RI menegaskan kalau dirinya optimis dibawah kepemimpinan Armansyah sebagai Dirut didampingi Direktur Keuangan dan Pengembangan Usaha Awal Riyadi bersama Dewan Pengawas dan segenap karyawan yang selalu solid dan kompak bekerja dibawah pembinaan Bupati Kolaka H.Amri sebagai KPM Perumda Kolaka akan semakin maju unggul dan mandiri yang akan menjawab tantangan peningkatan PAD serta menjadi lokomotif penggerak perekonomian daerah, semoga saja perubahan status Perumda menjadi Perseroan Terbatas Daerah dapat terwujud secepatnya yang sementara dalam peroses untuk itu Haning berharap dukungan kerjasama interaksi positif media media sebagai sarana informasi komunikasi yang dijamin dan dilindungi UU dengan tetap mengedepankan chek and rechet, termasuk dukangan Ormas, LSM dan Organisasi Mahasiswa diharapkan selalu membangun komunikasi dengan baik, karena Perumda Aneka Usaha Kolaka ini adalah milik masyarakat Kabupaten. Ia menyampaikan hal ini kepada publik bahwa Perumda Aneka Usaha merupakan BUMD Pemda Kolaka saat ini begitu mengalami perkembangan begitu pesat, dan tentunya kedepan bisa sebagai pionir dalam memberikan peningkatan PAD bagi Pemda Kolaka,”tuturnya Haning.(**)













