Categories: BeritaDaerah

Upaya Bersama Pemerintah dan Pihak Swasta Menanggulangi Fluktuasi “AKI” di Kolaka

Kolaka, WN – Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, mengalami fluktuasi dalam tiga tahun terakhir. Pemerintah, menyadari keterbatasannya dalam menangani pembangunan bidang kesehatan sendiri, mengakui perlunya peran pihak lain dalam upaya menurunkan angka tersebut.

Penjabat Sekda Kolaka, H Muh Bakri, mewakili Plt Bupati Kolaka, H Muh Jayadin, mengungkapkan hal ini pada pertemuan evaluasi jejaring skrining layak hamil, Antenal Comprehensif (ANC), dan stunting di salah satu hotel di Kolaka. Menurut Bakri, penurunan AKI dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi agenda utama Sustainable Development Goals (SDGS), dengan target AKI sebesar 194 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2024.

Bakri menyebutkan bahwa upaya menurunkan AKI/AKB dan stunting melibatkan pelayanan kesehatan ibu hamil, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih, perawatan masa nifas, perawatan khusus, rujukan, pelayanan KB, serta intervensi spesifik stunting. Komitmen pemerintah dalam hal ini telah diperkuat oleh peraturan Bupati, seperti Nomor 29 tahun 2019 tentang upaya pencegahan dan penurunan stunting.

Berdasarkan data, AKI di Kabupaten Kolaka mengalami fluktuasi dari 205/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2021, 222,4/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2022, dan 69,3/100.000 kelahiran hidup per September 2023. AKB juga mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Dengan pertemuan jejaring ini, diharapkan dapat memperkuat kerjasama untuk menekan AKB dan mencapai target yang ditetapkan.

Bakri menambahkan bahwa prevalensi stunting masih tinggi, namun ada upaya untuk menurunkannya. Jejaring ANC dan stunting diarahkan untuk memperkuat sistem pelayanan ante natal, dengan fokus pada kerjasama antara Puskesmas, FKTP swasta, dan bidan praktek mandiri. Evaluasi jejaring ini bertujuan untuk mengoptimalkan rujukan ibu hamil, membentuk alur rujukan penanganan gizi buruk dan stunting, serta memperkuat kerjasama antara rumah sakit, Puskesmas, klinik, Bidan Praktek Mandiri, dan stakeholder terkait.

Pertemuan dihadiri oleh 125 peserta, termasuk perwakilan Organisasi Perangkat Daerah, Direktur Rumah Sakit Pemerintah/Swasta, organisasi profesi, pimpinan klinik, Bidan Praktek Mandiri, serta lintas program Lingkup Dinas Kesehatan dan insan pers. (pus)

Redaksi

Recent Posts

Dr H Bakri Mendong; Lima Calon Rektor USN Menyampaikan Visi Misinya Untuk Memajukan USN

KOLAKA,WN---Ketua Ikatan Alumni(Ika) Universitas Sembilanbelas November(USN) Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) Dr H Bakri Mendong, ditemui media…

13 hours ago

Lima Calon Rektor USN Kolaka Paparkan Visi Misinya

KOLAKA,WN---Lima calon Rektor Universitas Sembilanbelas November(USN) Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) paparkan visi misinya pada(2/6/2026) yang dilaksanakan…

13 hours ago

Mahasiswa USN Kolaka Kevin Gilberth Terpilih sebagai Duta Inspirasi Indonesia Sultra

KOLAKA,WN---Mahasiswa Universitas Sembilanbelas November l(USN) Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra), Kevin Gilberth Roganda Putra, resmi terpilih sebagai…

4 days ago

Baznas Kolaka Qurban Dua Ekor Sapi Baznas Kolaka Qurban Dua Ekor Sapi bagi Warga Tidak Mampu

KOLAKA,WN---Badan Amil Zakat Nasional(Baznas) Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) pada momentum hari raya Idul Adha 1Syawal…

6 days ago

Dialektika Pengorbanan dan Pendidikan Tauhid: Membaca Relasi Keluarga Ibrahim dalam Perspektif Pendidikan

Oleh : Saleh Sutrisna, S.Ag.,MA - Mahasiswa Program Doktor Pasca Sarjana IAIN Kendari - Dosen…

6 days ago

Kloter 36 UPG Asal Kolaka Telah Melakukan Pelontaran Jumrah Aqabah

ARABSAUDI,WN--- Petugas Haji Kloter 36 UPG yang merupakan jamaah haji asal Kabupaten Kolaka melaporkan dari…

6 days ago