Categories: Daerah

Program Pemberdayaan masyarakat PT.Antam Raih Anugerah CSR dan PDB Award 2024

Kolaka,WN-Program pemberdayaan masyarakat berbasis pembangunan berKelanjutan (Padakuan) yang digagas PT ANTAM Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka,Sulawesi Tenggara berhasil meraih penghargaan pada anugerah CSR dan PDB (Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pembangunan) Award 2024 yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin,di Jakarta pada pekan lalu.

Eksternal Relatioan and CSR PT ANTAM Tbk UBPN Kolaka, Bambang Tri Ariwibowo menjelaskan, program Padakuan merupakan gagasan implementasi CSR dan program PPM Antam untuk mengintervensi sektor peningkatan ekonomi masyatakat desa melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat dan perbaikan lingkungan alam.

Program ini kata Bambang telah menjadi konsen Antam selama beberapa tahun terkahir, sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap perbaikan kualitas penghidupan masyarakat di sekitar lokasi tambang, khususnya di kecamatan Pomalaa.

“Sebagai Perusahaan yang mengutamakan keberlanjutan, Antam senantiasa berupaya menjalin hubungan yang baik dan harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional,”katanya melalui siaran persnya, Selasa (28/5).

Menurutnya,Antam tetap berkomitmen untuk maju dan bertumbuh bersama masyarakat dengan mendistribusikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan, baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga dapat turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat dan pemangku kepentingan.

Hal ini lanjut dia,dilakukan melalui pendekatan dan strategi Antam dalam berbagai program pengembangan masyarakat yang melibatkan pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi dan salah satu contoh yakni adanya Program Padakuan dengan memanfaatkan habitat mangrove dan terumbu karang yang ada di perairan Hakatutobu sebagai kawasan Ecoeduwisata kabupaten Kolaka.
“Program ini dilakukan secara gotong royong dengan memfokuskan sasarannya pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan secara seimbang dan kata padakuan berasal dari bahasa suku Bajau, yang dalam bahasa Indonesia berarti gotong royong,” jelasnya.

Untuk itu Antam berkolaborasi dengan Komunitas Pecinta Alam Laut Kolaka dan pemerintah desa Hakatutobu dalam membina Kelompok Sadarwisata (Pokdarwis) serta kelompok nelayan di desa itu untuk menjaga lingkungan pesisirnya dari tekanan destructif fishing dan pencemaran perairan laut melalui pengembangan Karamba sebagai lokasi wisata.

” Program ini dimulai sejak akhir tahun 2016, dimana Antam bersama Kelompok Pecinta Alam Laut (KAPAL) Kolaka mengintervensi krisis ekosisitem perairan laut desa Hakatutobu melalui kegiatan transplantasi terumbu karang serta penanaman mangorove di pesisir desa,” jelas Bambang.

Sampai saat ini, program ini telah berhasil merehabilitasi terumbu karang di desa Hakatutobu dari tahun ke tahun. Selain itu, secara periodik, Antam bersama komunitas pencinta alam melakukan pendampingan dan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat di desa Hakatutobu dan kawasan seluas satu hektar yang dimanfaatkan dalam program lingkungan ini.

Lebih jauh juga Bambang menjelaskan Antam juga turut menghadirkan berbagai fasilitas pendukung, seperti pembangunan jembatan titian, pemasangan lampu listrik tenaga surya perbaikan dermaga Karamba, perbaikan pematang dan Gazebo yang bverkolaborasi dengan pemerintah desa yang didesai dalam program Ecoeduwisata.

Program Ecoeduwisata merupakan salah satu terobosan Antam yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengembangan wisata bahari berbasis pendidikan. Harapannya, program ini dapat menjadi sumber mata pencaharian alternatif nelayan untuk meningkatkan ekonominya.

Program Ecoeduwisata dikemas dengan menawarkan paket wisata penanaman mangrove dan transplantasi terumbu karang, dimana nantinya wisatawan yang berkunjung di Karamba akan disuguhi pengalaman menanam mangrove atau melakukan transplantasi terumbu karang.

Antam kata dia mengapresiasi anugerah CSR & PDB Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada perusahaan, lembaga non-pemerintah, dan perorangan atas jasa yang memiliki komitmen dalam membantu percepatan pembangunan desa melalui pelibatan dan pengembangan BUM Desa/BUMDes maupun kegiatan CSR lainnya.

Penghargaan ini diberikan tiap tahun dan tahun ini merupakan tahun ketiga yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bekerja sama dengan ISSF sesuai dengan MoU yang ditandatangani bersama pada akhir tahun 2021.(ABY)

 

Redaksi

Recent Posts

Wujudkan Semangat Tangguh dan Bertanggung Jawab, PT Vale Perkuat Ekosistem Informasi Publik yang Kredibel

SOROWAKO,WN---Di tengah masifnya arus informasi digital dan meningkatnya kompleksitas isu pembangunan berkelanjutan, kebutuhan terhadap informasi…

4 hours ago

Bertumbuh dengan Tanggung Jawab, PT Vale Perkuat Hilirisasi dan Keberlanjutan di Morowali

MOROWALI,WN---Pertumbuhan yang bertanggung jawab terwujud ketika setiap pencapaian bisnis mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat, lingkungan,…

1 day ago

Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi

SOROWAKO,WN---24 Juli 2026 – Membangun generasi muda yang mampu menjadi penggerak keberlanjutan merupakan bagian penting…

3 days ago

Mahasiswa USN KKN Paparkan Proker Berbasis SDGS di Desa Lolibu Buteng

BUTENG,WN---Mahasiswa Universitas Sembilanbelas November(USN) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Lolibu, Kecamatan Lakudo,…

4 days ago

Bupati LantiK 32 ASN Pejabat Administrator dan Pengawas

KOLAKA,WN---Bupati Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) H Amri melantik 32 orang Aparatur Sipil Negara(ASN) pejabat administrator dan…

4 days ago

Membangun Nilai Tambah Melalui Praktik Pertambangan Berkelanjutan, Menteri Investasi Apresiasi Praktik ESG PT Vale di Morowali

MOROWALI,WN---Membangun nilai tambah melalui praktik pertambangan berkelanjutan, Menteri Investasi RI apresiasi praktik Environmental, Social, and…

5 days ago