Categories: BeritaDaerah

PYM Firman Guro Berjanji Dedikasikan Sisa Umur Melayani dan Mengayomi Masyarakat Adat

KOLAKA, WN— Bokeo XX Kerajaan Mekongga PYM Firman Guro dalam petuahnya berjanji untuk mendedikasikan sisa umurnya melayani dan mengayomi masyarakat adat Mekongga pada khususnya.

“Mulai hari ini, hamba berjanji dengan sungguh-sungguh dihadapan Tuhan, dan dihadapan kalian semua untuk mendedikasikan sisa umur dalam melayani bangsa dan masyarakat tanpa memandang perbedaan, masyarakat hukum adat Mekongga pada khususnya,” kata PYM Firman Guro pada acara penobatan dan pengambilan sumpah Bokeo XX Kerajaan Mekongga, Kamis (27/08/2026) di pendopo Makam Sangia Nibandera.

PYM Firman Guro menegaskan, tahta bukanlah tempat untuk meninggikan diri, melainkan tempat terendah untuk melayani. Kekuatan Raja berpijak pada kesetiaan rakyatnya. Kemuliaan negeri terletak pada keadilan hukum, serta kasih sayang antar sesama. Sebuah kerajaan yang kuat bukan karena megahnya istana, tajamnya ta’awu atau karada, padanga dan Kasai para pasukan Tamalaki/Tamalanggai. Kerajaan yang besar lahir dari persatuan, ketulusan hati dan gotong royong antara Raja dan rakyatnya.

“Mulai hari ini, mari kita melangkah bersama. Tantangan zaman didepan tidak mudah. Karena itu, hamba memanggil tangan-tangan kalian, keteguhan hati dan tekad untuk bersama satu tujuan membangun masa depan negeri Mekongga ini, bergandengan tangan dengan Pemerintah setempat agar tetap berdiri tegak dan makmur,” katanya.

Ditegaskannya, Kerajaan Mekongga ataupun Majelis Kerajaan Mekongga lahir dari sebuah tanah tuah yang memiliki pusat kekuatan yang bersatu padu membentuk negeri dibelahan katulistiwa Sulawesi. Disinilah Kerajaan Mekongga dan kepemangkuan lembaga/Majelis adat terus tumbuh, menghidupkan kembali ‘Cahaya budaya Nusantara’ sebagai amanah suci mengembalikan kemuliaan alam semesta. Keberadaan kerajaan harus diposisikan kembali secara bijak, agar tidak menimbulkan benturan dengan kekuasaan negara, termasuk swasta.

Kerajaan, Ke-Bokeo-an dan kepemangkuan/Majelis adat yang tumbuh dan berkembang sebelum negara Republik Indonesia terbentuk, mestinya mampu memposisikan sebagai salah satu penentu karakter moral sebuah komunitas adat di Nusantara, serta mempunyai tanggung jawab moral terhadap keberlangsungan nilai luhur yang telah terpatri dalam aturan masing-masing komunitas adat.

“Hamba sebagai Bokeo Mekongga XX, sekaligus Pimpinan Kepemangkuan Adat Majelis Kerajaan Mekongga ingin berpesan, agar masyarakat hukum adat Mekongga mampu tampil eksis, dengan tetap menjaga dan menghargai nilai luhur kebudayaan Mekongga,” kata PYM Firman Guro. (**)

redaksi

Recent Posts

Bupati Kolaka Tinjau Sejumlah SPBU Tindak Lanjuti Antrean Kendaraan

KOLAKA,WN--Bupati Kolaka Sulawesi Tenggara)Sultra) H.Amri meninjau sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum(SPBU) di Kolaka menindak…

19 hours ago

Pemkab Kolaka Perketat Pengawasan BBM Pertalite dan Tabung Gas LPG 3 Kg Bersubsidi

KOLAKA,WN--Pemda Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) menggelar rapat koordinasi yang dipimpin oleh Asisten II Setda Kolaka Ramli…

2 days ago

BPBD Siaga Amankan Karhutla di Musim Kemarau

KOLAKA,WN--Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) Muh Haerul Efendy ditemui media ini di ruang…

3 days ago

Kepala Bappeda Paparkan Capaian Serapan Anggaran Triwulan III Tahun 2026

KOLAKA,WN--Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah(Bappeda) Kolaka Sulawesi Tanggara(Sultra) Arifin Jamal paparkan capaian serapan anggaran dan…

3 days ago

Vale Indonesia Perkuat Edukasi Hidup Sehat dan Bebas Narkoba bagi Pelajar Kolaka

KOLAKA,WN--PT Vale Indonesia Tbk (Vale INDONESIA atau Perusahaan), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID),…

3 days ago

Bupati Lantik Sembilan Pejabat Administrator dan Pengawas Lingkup Pemda Kolaka

KOLAKA,WN--Bupati Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) H Amri melantik dan mengambil sumpah dan janji Pegawai Negeri Sipil(PNS)…

3 days ago