KOLAKA,WN—Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) Israfil, ditemui media usai mengikuti rapat gabungan komisi DPRD Kolaka pada(6/4/2026) dalam rangka penyampaian laporan hasil rapat komisi-komisi atas pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban(LKPJ) Bupati Kolaka tahun anggaran 2025.
Israfil yang dimintai tanggapannya terhadap 27 Dapur Makanan Bergizi Gratis(MBG) yang ada di Kabupaten Kolaka hingga kini belum menunjukkan realisasi di lapangan. Ia menjelaskan bahwa program MBG merupakan program pemerintah pusat yang harus dilaksanakan sampai kepelosok desa.
“Jadi kalau 27 dapur MBG lambat di eksekusi, ini kan sama saja kita rugi, karena menunda memperbaiki gizi anak-anak daerah Kolaka.”Kita semua berharap Pemda Kolaka berkerja secara serius agar 27 dapur MBG ini bisa segera dieksekusi, sehingga anak-anak Kolaka mendapatkan MBG secara merata,”harap Israfil dengan nada tegas.
Meski demikian Israfil juga mendoakan Bupati Kolaka bersama jajarannya tetap bekerja secara serius, tentu saja untuk kepentingan masyarakat, dan tentunya kami juga anggota parlemen senantiasa melakukan pengawasan terhadap program-program yang ada di Kabupaten Kolaka.
“Saya kira hal yang penting terkait persoalan MBG beserta Koperasi Merah Putih mungkin kita anggap sebagai program pusat yang selalu anggap bahwa itu kan kewenangan pusat itu, tetapi program pusat yang masuk kesetiap kabupaten, kita sebagai orang di daerah ini memiliki hak untuk memastikan agar setiap proses dan prosedur yang dijalankan oleh para pelaku MBG ini betul-betul sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku dan ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional(BGN),”ujarnya.
Ia juga berharap dan mengajak kepada semua pelaku dunia usaha bisa menanamkan investasinya dalam membangun dapur MBG melalui mekanisme yang diatur oleh BGN.
” Jadi penekanan kita kepada pemerintah dapat segera memastikan melalui langkah-langkah strategis agar 27 dapur MBG bisa dieksekusi,”ungkapnya.
Selain itu Israfil juga menyorot berbagai persoalan khususnya menyangkut masalah rumah yang tidak layak huni, secara jujur kata Israfil bahwa masih banyak titik-titik tertentu yang harusnya menjadi tanggung jawab kita untuk kita perbaiki demikian tetapi tidak diperhatikan.
“Tidak enak diungkapkan, dari sini hanya kisaran 100 meter saja, ternyata masih ada masyarakat masih menempati rumah tidak layak huni,”ujarnya.(**)
KOLAKA,WN---Universitas Sembilanbelas November(USN) Kolaka Sulawesi Tenggara(USN) menggelar pelaksanaan ujian berbasis komputer (Computer Based Test/CBT) untuk…
KOLAKA,WN---Direktur Perumda Air Minum Tirta Sorume Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) Murni Djaelani mengungkapkan bahwa saat ini…
KOLAKA,WN---PT.Vale Indonesia,Tbk(PT Vale) Industry Growth Project(IGP) Pomalaa laksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat(PPM) dengan memberikan Bimbingan teknis(Bimtek)…
PALU,WN---Komitmen terhadap tata kelola yang baik serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah kembali mendapatkan pengakuan.…
JAKARTA,WN---PT Antam(Persero) Tbk raih Proper hijau sebagai bentuk komitmen kuat dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.…
KOLAKA,WN---Ketua Badan Amil Zakat Nasional(Baznas) Pusat Ex Officeo Dr Agus Fathoni berkunjung ke Baznas Kolaka…