Categories: Berita

Tabung Gas Elpiji 3 Kg Langka, Masyarakat Berteriak, DPD LSM LIRA Bersuara

KOLAKA,WN—Sudah hampir sepekan tabung gas El ji ukuran 3 kg begitu susah diperoleh di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra). Kalaupun ada dipengecer harganya begitu melonjak naik dengan bervariasi mulai Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu setiap tabung. Langkanya tabung gas elpiji di Kolaka sudah berlangsung hampir sepekan membuat masyarakat berteriak dengan kondisi yang dialami.

Persoalan inipun membuat DPD LSM LIRA Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) bersuara mendesak Pemerintah Daerah, Disperindag, Pertamina serta Aparat Penegak Hukum(APH) agar segera mengambil langkah tegas terkait melonjaknya harga Elpiji 3 Kg di Kabupaten Kolaka yang kini diduga telah menembus angka RP60 sampai Rp70 ribu pertabung di tingkat pengecer.

Ketua DPD LSM LIRA Kolaka Amir Kaharuddin mengungkap fakta dilapangan terkait langkanya tabung elpiji 3 kg kini semakin memprihatinkan. Salah seorang warga Kelurahan Sabilambo, yang akrab disapa Om Wawan, mengaku membeli Elpiji 3 Kg seharga Rp65.000 per unit pada Minggu, 24 Mei 2026 di salah satu kios wilayah Lalombaa – Pelanduk. Kondisi ini menjadi alarm serius dan dapat dijadikan pintu awal penelusuran oleh pihak berwenang untuk mengungkap rantai distribusi dan dugaan permainan harga gas subsidi di lapangan.

Situasi ini sangat memukul masyarakat kecil, nelayan, buruh harian, rumah makan, pelaku UMKM hingga warga kurang mampu yang selama ini bergantung pada gas subsidi pemerintah. Sangat ironis ketika program subsidi untuk rakyat justru berubah menjadi beban bagi rakyat itu sendiri.

DPD LSM LIRA menilai bahwa persoalan Langkanya tabung elpiji 3 kg merupakan persoalan luar biasa yang harus segera diselesaikan oleh pihak pemerintah dan semua pihak berkompeten, arus ada audit distribusi, pengawasan ketat terhadap pangkalan maupun pengecer, serta penindakan terhadap oknum yang diduga bermain dalam rantai distribusi Elpiji subsidi.

“Jangan sampai subsidi negara berubah menjadi ladang bisnis segelintir pihak, sementara rakyat dipaksa membeli dengan harga tidak masuk akal. Negara tidak boleh kalah dengan mafia subsidi.

“Kami meminta pihak terkait segera turun lapangan, melakukan sidak terbuka, mengumumkan HET secara transparan, dan menindak tegas apabila ditemukan penimbunan maupun permainan harga di lapangan.

“Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa tindakan nyata, maka kepercayaan masyarakat terhadap pengawasan pemerintah akan semakin terkikis,”pungkasnya.(**)

redaksi

Recent Posts

Iwan Ahmad; PT Vale Bukan Baru Kali Ini Peduli Terhadap Narkoba

KOLAKA,WN---Kepala Seksi(Kasi) Penyuluhan BADAN Narkotika Nasioonal(BNN) Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) Iwan Ahmad, salah satu pemateri dalam…

9 hours ago

Nurmadi; Belum Ada Siswa SMPN I Pelambua yang Terpapar Narkoba

KOLAKA,WN---Kepala Sekolah SMPN 1 Pelambua Kecamatan Pomalaa Kolaka Sultra, Nurmadi ditemui wartawan usai mengikuti sosialisasi…

19 hours ago

PT Vale Lakukan Promkes Sosialisasi Napza Edukasi Ratusan Siswa SMPN 1 Pomalaa

KOLAKA,WN---PT Vale Indonesia, Tbk(PT Vale) Industry Growth Project(IGP) Pomalaa kembali lakukan promosi kesehatan (promkes), dengan…

20 hours ago

LandClearing Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat Penyebab Banjir Lumpur

KOLAKA,WN---Landclearing (pengupasan) tanah bukit untuk lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Tikonu kecamatan Wundulako,…

2 days ago

PT Vale IGP Pomalaa Bantu 100 Kepala Keluarga Korban Banjir

KOLAKA,WN---Akibat hujan turun intensitas tinggi mengakibatkan banjir yang melanda sejumlah desa DI kecamatan Pomalaa Kabupaten…

3 days ago

Rektor USN Prof Nur Ihsan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung FPPP

KOLAKA,WN---Rektor Universitas Sembilanbelas November(USN) Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) Prof Nur Ihsan lakukan peletakan batu pertama pembangunan…

3 days ago