Categories: Daerah

Bupati Kolaka Serahkan Pengoperasian Alkes Beramal, Dirangkaikan Launching Kendaraan Operasional Semarak Beramal

KOLAKA,WN—Bupati Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) dalam arahannya
saat menyerahkan Alat kesehatan(Alkes) Ambulance Beramal dan melaunching program Sejahtera Bersama Rakyat(Semarak Beramal), yang dilaksanakan pada(30/9/2025) di halaman kantor Dinkes.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Amri menyampaikan sambutannya tanpa teks, bagaimana mengatasi masalah kesehatan masyarakat tidak mampu, bagaimana ketika pasien dirawat di rumah sakit, bagaimana ketika dirujuk, bagaimana ketika sembuh dan akan kembali ke rumahnya tanpa ada beban biaya yang dikeluarkan.

Dengan Program Sehat Beramal(PSB) dengan pemberian Kartu Sehat Beramal program memberikan fasilitas berupa akomodasi penginapan dan makan minum untuk keluarga pendamping pasien, serta kartu ini berlaku bagi pendamping pasien. Kartu Sehat Beramal merupakan bagian dari program kerja pemerintah daerah sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan menghadirkan keadilan sosial dan membantu akses terhadap pelayanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan.

Selain itu, kata Amri program Kartu Beramal lebih luas sebagai instrumen kebijakan publik yang menjamin akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial. Lebih jauh Amri memaparkan terkait masalah program dalam bidang kesehatan khususnya bagi masyarakat yang tidak mampu, melalui Dinkes telah mengaktifkan sebanyak 4.800san BPJS, sasarannya bagi masyarakat tidak mampu membayar iuran BPJS nya”mengapa tidak mampu karena makan sehari tiga kali saja sudah susah,”ungkap Bupati dengan mata berkaca-kaca.

Program PSB yang digulirkan Pemda Kolaka terkait pengaktifan BPJS kemudian diterbitkan namanya Kartu Sehat Beramal melalui Program Sehat Beramal(PSB) kini sudah dilaksanakan berdasarkan Peraturan Bupati(Perbup).

Penerima Manfaat dari PSB ini adalah sasarannya keluarga tidak mampu.
“Saya berharap semua perangkat sampai jajaran paling bawah. Mulai dari para Kepala Puskesmas harus tahu program ini sebagai leading sektor penanggung jawab di bidang kesehatan,”harap Bupati.

Lanjutnya bahwa tidak hanya sampai disitu Pemerintah memberikan pertanggungan kepada pasien yang sakit, karena ketidak mampuannya, tetapi dengan Kartu Sehat Beramal diperuntukkan bagi pasien bilamana mana dirujuk dari Puskesmas ke RSBG, ke Kendari, Makassar atau di tempat lain. “Insyah Allah kartu Sehat Beramal berlaku bagi pasien dan keluarga pasien yang mendampingi, untuk menanggung biaya akomodasi semuanya menjadi tanggungjawab Pemda Kolaka dan disitulah esensi hadirnya sebuah pemerintah,”ujarnya.

Selanjutnya kata Bupati saat melakukan diskusi dengan Kadis Sosial, bagaimana ketika pasien sudah sembuh dan akan kembali ke rumahnya tetapi terkendala lagi dengan biaya ongkos pulang. Sehingga dengan ide yang disampaikan Kadis Sosial untuk mencari solusinya bagian warga tersebut dengan disiapkan kendaraan untuk menjemputnya hingga kembali kerumahnya.

“Saya sampaikan bahwa kendaraan operasional Semarak Beramal, dengan kebijakan saya membantu mengalokasikan anggarannya, termasuk sopir dan biaya operasionalnya,”ungkap Amri

Ia berharap mudah-mudahan mobil sehat gratis itu menyelesaikan terkait dengan persoalan-persoalan di masyarakat yang bisa diselesaikan, dan meyakini bahwa “Insya Allah bisa terselesaikan, dan itulah yang menjadi mimpi saya,”ujarnya.

Begitupun halnya dengan sejumlah SKPD lainnya, Bupati mencoba melakukan diskusi kepada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Perikanan dan Dinas Ketahanan Pangan Kolaka.

Bupati menginginkan bagaimana mengintervensi misalkan ada lahan yang dikelola oleh petani kemudian kondisi lahannya masih berpotensi untuk dikembangkan.

“Saya meminta agar melakukan intervensi di situ, begitu halnya dengan SKPD lainnya bisa menyusun program betul-betul menyentuh kepada masyarakat,”pinta Bupati.

Selain itu Bupati juga menegaskan kepada para Camat, bahwa Program Sehat Beramal(PSB) ini harus mampu menjelaskan sedetail mungkin supaya pemahaman jangan setengah-setengah.

” Insyah Allah persoalan yang selama belum pernah dituntaskan, saya mencoba menyelesaikan, karena itulah hakikat dari sebuah keberlanjutan pembangunan, bupatinya boleh berganti tetapi Pemdanya tetap ada.

” Saya menitipkan kepada kita semua, kepada petugas kesehatan khususnya teman-teman Puskesmas, saya telah melakukan sidak kepada beberapa Puskesmas tanpa memberitahukan lebih dulu, dan saya jalan tanpa pengawalan. Saya ingin mengetahui sejauhmana pelayanan kepada masyarakat. “Dan saya mau dengar langsung kepada mereka. “Bilamana kedatangan saya menyampaikan lebih dulu maka tentunya cerita yang akan keluar pasti bagus semua, saya tidak mau seperti itu,”ujarnya.(**)

Redaksi

Recent Posts

PT Vale Mendorong Pertumbuhan Melalui Optimalisasi Kapasitas Nikel Matte dan Peningkatan Penjualan Bijih Nikel

JAKARTA,WN--PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale atau Perseroan, Kode Emiten BEI: Inco) pada 29 Oktober…

13 minutes ago

USN Kolaka Gandeng PT PKSS, Buka Peluang Alumni Berkarier di Bank BRI

KOLAKA, WN--Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka terus memperkuat komitmennya dalam membuka peluang kerja bagi para…

21 hours ago

Kuliner UMKM Top Swalayan Semakin Berkembang

KOLAKA,WN--Top Swalayan berdiri sejak 2013 lalu, merupakan salah satu pasar modern menjadi ikon pusat perbelanjaan…

22 hours ago

Kadis PPKB dr Muh Aris; PT Vale Cukup Berperan Dalam Penanggulangan dan Pengendalian Stunting

KOLAKA,WN--Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana(PPKB) Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra) ditemui media ini…

2 days ago

GAKKUM Tegaskan Petani Wajib Patuh Aturan Penggunaan Kawasan Hutan

SULTENG,WN--Aktivitas operasional pertambangan salah satu perusahaan di Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah(Sulteng) lumpuh total akibat aksi…

2 days ago

Ormas Perkasa, FORMAPI, TSM dan TBT Kompak Mengecam Permintaan Pencabutan IUP PT CNI

KOLAKA, WN--- Empat Organisasi Masyarakat (Ormas) yang berasal dari Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka yakni Forum…

3 days ago