KOLAKA,WN–Pertanyaan seringkali berseweleran di masyarakat maupun di group WhatsApp tertentu, kadang menjadi topik pembicaraan terkait PT Vale yang membangun pabrik smelter hanya sekedar janji melakukan “pembohong publik” dan apakah benar PT Vale hanya menumpang di PT IPIP?
Pertanyaan yang menjadi kekuatiran publik, melalui wartawan media ini melakukan konfirmasi kepada Bupati Kolaka H Amri, terkait apa yang menjadi kekuatiran publik seringkali terlontardi media sosial. Bupati Kolaka Amri ditemui di aula Beramal usai melantik pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemda Kolaka pada(12/10/2026).
Bupati menjelaskan bahwa awalnya memilikinkeraguan, bahkan sempat menegur pihak managemen PT Vale, bahkan sebelumnya kata Bupati, mantan Bupati sebelumnya H Ahmad Safei sudah pernah memberikan peringatan terkait masalah komitmennya membangun smelter. “Jadi begini awalnya juga saya merasa ragu, bahkan sempat saya menegur pihak managemen PT Vale, bahkan mantan Bupati sebelumnya H Ahmad Safei juga sudah pernah memberikan peringatan terkait komitmennya membangun smelter,” ungkap Bupati.
Namun dalam perjalanannya kata Bupati bahwa investasi ini butuh biaya tinggi(hight cost), butuh biaya investasinya triliunan.” Jadi saya kira tidak salah kalau kemudian Vale mencari sumber-sumber yang ada, karena mohon maaf di Kolaka Vale belum membangun, dia belum bikin apa-apa. Vale ini sudah 58 tahun di Kolaka. Vale hanya punya lahan yang belum pernah tereksplorasi, belum pernah ada aktivitas pertambangan. Akhirnya tiba-tiba harus membangun smelter.
“Saya kira ini juga perlu dicermati dengan baik. Saya kira hari ini Vale kan lagi baru tiga tahun terakhir ini beraktivitas, Vale kemudian mencari sumber-sumber pendanaan. Akhirnya Vale bekerja sama dengan punya anak perusahaan namanya Kolaka Nikel Indonesia(KNI),”jelas Bupati.
Selanjutnya kata Bupati kemudian KNI ini bekerja sama dengan Ford Motor dan Huayou Itulah yang hari ini mereka bangun smelter. “Jadi kalau misalkan di situ ada investasi dari pihak Vale, pastilah melalui KNI, Ford Motor dan Huayou, yang kemudian bertiga melaksanakan komitmen kesepakatan untuk membangun Smelter HPAL(High Pressure Acid Leach), bukan RKEF (Rotary Kiln Electric Furnace). HPAL memiliki teknologi yang sangat tinggi, akhirnya tiga perusahaan ini KNI, Ford Motor dan Huayou kemudian membangun smelter HPAL dikawasan PT IPIP, karena Vale yang memiliki Izin Usaha Pertambangan(IUP) dengan luas 22 ribu hektare yang langsung berhimpitan dengan kawasan PT IPIP,”kata Bupati.
Nantinya sumber-sumber potensi cadangan energinya yang ada di Vale seluas 22 ribu hektare, Insyah Allah akan masuk dan dikerjasamakan dengan IPIP.” Jadi nantinya seperti itu,”ujarnya.
Terkait masalah kontribusi seperti apa yang sudah diperbuat Vale kepada masyarakat dan Pemda Kolaka selama ini meski perusahaan ini baru tiga tahun melakukan aktifitasnya. Menurut Bupati banyak program-programnya seperti CSR(Corporate Social Responsibilityny), Program Pemberdayaan Masyarakat(PPM), termasuk kontribusinya terhadap dunia pendidikan, kesehatan, infrastruktur kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, tentunya laporannya itu ada di asing-masing teknis terkait.
“Saya kira banyak program yang sudah dilakukan perusahaan Vale melalui CSR, PPM, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, persoalan pendidikan, kesehatan, pemberian Alsintan (alat alat pertanian) kepada petani, membangun infrastruktur, dan semua laporannya itu masing-masing ada teknis terkait. “Meski demikian apa yang sudah diperbuat Vale tentunya dari sisi ukuran dan harapan masyarakat belum maksimal,”ujarnya.
Terkait pembangunan infrastruktur kesehatan untuk kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat Kolaka, PT Vale sudah membangun Puskesmas Samaturu dua lantai.
“Jadi puskesmas Samaturu dua lantai itu perusahaan Vale yang bangun, karena itu adalah amanah undang-undang menggunakan CSR dan PPM nya untuk kepentingan masyarakat,”kata Bupati.
Dan saat ini kata Bupati pembangunan infrastruktur yang juga sementara berjalan sedang dibangun Vale yaitu membangun pasar Raya Mekongga beberapa Los A sampai E dengan anggaran sebesar Rp 67 miliar dan harus tuntas tahun depan.” Jadi pemerintah membuat MoU nilainya sebesar Rp 67 miliar dan harus tuntas tahun 2027, dan itu komitmen Vale kepada Pemda Kolaka,”kata Bupati.
Pembangunan pasar raya Mekongga kalau dituntaskan masih harus membutuhkan anggaran sebesar Rp 140 miliar, anggaran ini nantinya kita carikan sumber-sumber pendanaan yang lain sehingga bisa tuntas semua.”Kita berupaya menuntaskan pembangunan pasar Mekongga dengan mencari pendanaan sumber lain,”pungkasnya.(**)
KOLAKA,WN---Pemda Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) akan segera melakukan kendaraan dinas(Kendis) sebanyak 78 unit terdiri dari kendaraan…
LUTIM,WN--PT Vale Indonesia Tbk dorong pertumbuhan ekonomi lokal di Luwu Timur(Lutim) SULAWESI selatan(Sulsel) melalui penguatan…
KOLAKA,WN--Seiring meningkatnya aktivitas investasi dan pembangunan industri di Kabupaten Kolaka, penguatan tata kelola ketenagakerjaan menjadi…
LUTIM,WN--Gelombang penolakan terhadap rencana pengalihan rute (reroute) jalur pipa minyak Vale Indonesia di Dusun Balambano,…
KOLAKA,WN--Bupati Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) H Amri membentuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah(TPID) yang dilaksanakan di ruang…
MAKASSAR,WN--Nilai kepemimpinan tidak berhenti pada pencapaian karir dan pertumbuhan bisnis, tetapi juga harus memberi dampak…