KOLAKA,WN–Dalam ibadah Hari Minggu berlangsung di Gepsultra Jemaat Unaasi pada(25/10/2026) yang dipimpin oleh Pdt Ochtovin A Tinggi, S.Th, dimana dalam ibadah iti juga disertai dengan Perjamuan Kudus. Ibadah ini juga dihadiri oleh Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Kolaka AKP Fernando Sitompul mewakili Kapolres Kolaka, turut pula hadir Kapolsek Wundulako IPDA Aril Arianto dan sejumlah personil Polsek Wundulako.
Kehadiran Kasat Reskrim Polres Kolaka mewakili Kapolres Kolaka AKBP Todoan Gultom dalam menyampaikan pesan-pesan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Gepsultra Jemaat Unaasi yang ada di wilayah Polres Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra).
Pada kesempatan itu AKP Fernando dalam arahannya menyampaikan bahwa pesan Kamtibmas ini untuk memberikan himbauan di setiap gereja, mesjid maupun tempat ibadah lainnya. “Ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang, izinkan saya memperkenalkan diri, AKP Fernando Sitompul, saya baru menjabat selama tujuh bulan di Polres Kolaka, sebelumnya saya bertugas di Polda Nusa Tenggara Timur(NTT).
AKP Fernando menekankan pada masalah bahaya Narkotika dan Pyisikotropika(Narkoba). “Masalah narkoba ini adalah hal yang luar biasa, dan sekedar diketahui, bahwa sekarang Polres Kolaka hingga Oktober 2026 laporan tindak kriminal yang masuk itu sudah mencapai 995 laporan, bahkan bisa diperkirakan hingga akhir tahun bisa mencapai seribuan lebih, ini artinya setiap hari tiga sampai empat laporan masalah narkoba,”ujar Fernando.
Ia menekankan bahwa mayoritas laporan yang masuk ini didominasi terkait masalah kejahatan konvensional yaitu pencurian. Dan motif dari pada pencurian itu rata-rata karena faktor narkotika, mau beli narkoba tapi duit tidak ada, sehingga melakukan pencurian.
“Ini sesuatu yang hal yang menjadi perhatian serius kami di Kepolisian. Tidak hanya dalam sisi penegakan hukumnya, sehingga mengajak saudara-saudara terkasih bersama-sama untuk melakukan pencegahan. Karena kalau hanya Polri sendiri yang menangani tentunya tidak efektif,”ujarnya.
Kasat Reskrim juga mengajak kepada semua warga Jemaat Unaasi, khususnya kepada para orang tua agar bisa memantau semua anggota keluarganya jangan mencoba bersentuhan dengan narkoba. Keluarga adalah faktor yang paling penting dalam menyelamatkan generasi muda, sehingga perlunya dibekali Firman Tuhan, jangan sampai menjauh ajak selalu ke gereja.
“Kami mengajak dan mengimbau kepada saudara-saudara terkasih, apabila dalam lingkungan sekitarnya jangan sampai merusak citra sebagai anak-anak Tuhan di masyarakat,”ujarnya.
Fernando juga menekankan kepada semua warga Jemaat Unaasi bilamana ada rekan yang sudah terpengaruh dengan masalah narkoba jangan dijauhi, tetapi ajaklah selalu ke gereja, jangan dilepas, dan harus berani katakan tidak pada narkoba, “Jangan sekali-kali mencoba narkoba, karena awal dari mencoba hingga bisa keterusan. Dan yang terpenting adalah selalu mendekatkan diri sama Tuhan,”pungkasnya.
Sementara salah seorang Badan Pekerja Majelis(BPM) Jemaat Unaasi Frederick Bandolan, mengucapkan terima kepada Polres Kolaka, yang sudah mau datang beribadah bersama di jemaat Unaasi sekaligus untuk memberikan edukasi kepada warga jemaat masalah Kamtibmas khususnya narkoba.(**)
KOLAKA,WN--Khabar duka yang menyelimuti masyarakat Kabupaten Kolaka, mantan Bupati Kolaka yang ke-5, Ir H Andi…
MOROWALI,WN--Puluhan petani organik dari sejumlah desa di wilayah pemberdayaan PT Vale Indonesia Tbk (Vale Indoneaia…
KOLAKA,WN--Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) membackup PT Vale Indonesia Tbk Industry Growth…
KOLAKA,WN--Bupati Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) H Amri menyerahkan bantuan kepada sejumlah Pondok Pesantren(Ponpes) dan Taman Pendidikan…
KOLAKA,WN--Sinergi Kepolisian Resor (Polres) Kolaka dan PT Antam (Persero) Tbk UBP Nikel Kolaka dalam menjaga…
KOLAKA, WN---Ketua Lembaga Masyarakat Lingkar Tambang (MATA) Wolo, Fasil Wahyudi mengecam keras oknum G yang…