JAKARTA, WONUANEWS-Kepala Subseksi Penuntutan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Robertino Fedrik Adhar Syarifuddin, meninggal dunia pada 17 Agustus 2020 kemarin.
Jaksa pada kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan itu meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah sekira pukul 11.00 WIB.
Berdasarkan informasi, Jaksa Fedrik meninggal karena sakit dan terkonfirmasi positif COVID-19. Hal itu dibenarkan oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin.
“Benar, Jaksa Robertino Fedrik Adhar meninggal dunia karena COVID-19,” kata Burhanuddin kepada wartawan, pada Selasa (18/8/2020)
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi, mengatakan jenazah Fedrik dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Jombang, Tangerang Selatan.
Untuk diketahui Fedrik adalah salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.
Kedua terdakwa terdakwa dalam kasus itu dituntut hukuman penjara hanya satu tahun oleh Jaksa Fedrik, sehingga menimbulkan kontroversi karena dianggap terlalu ringan. (*)
MAKASSAR,WN---Keikutsertaan PT Antam(Persero)Tbk dalam pameran Dekranas yang dilaksanakan di Makassar Sulsel pada(10/7/2026) dorong promosi produk…
KOLAKA,WN---Kuliah Kerja Nyata(KKN) mahasiswa Universitas Sembilanbelas November(USN) Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) hadirkan program berbasis Sustainaible Development…
MAKASSAR,WN---PT Antam Tbk UBP Nikel Kolaka secara resmi menyerahkan secara simbolis bangunan Tempat Pengolahan Sampah…
KOLAKA,WN---Komitmen mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan warisan budaya lokal kembali diwujudkan melalui partisipasi PT…
KOLAKA,WN---Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra), Hj.Andi Rizka Kusuma Wardani, pada…
KOLAKA,WN---Semua Fraksi di DPRD Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) menyetujui pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD) tahun…