Categories: Daerah

Bupati Kolaka; Salah Satu Andil Inflasi di Kolaka Adalah Beras

KOLAKA,WN—Bupati Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) H Amri mengungkapkan bahwa Kabupaten Kolaka merupakan miniatur Indonesia, mengapa demikian karena semua suku dan agama ada di Kolaka. Dan Kolaka masuk dalam 10 kabupaten/kota yang dipantau oleh Kementrian Pertanian(Kementan) RI, karena salah satu andil terjadinya inflasi di Kolaka adalah beras. “Salah andil terjadinya inflasi di Kolaka adalah beras,”hal itu disampaikan Bupati Kolaka Amri dalam arahannya pada acara tanam bersama pengembangan teknologi budidaya padi produksi tinggi dan berkelanjutan spesifik, dilaksanakan oleh PT Vale Indonesia,Tbk di Desa Puubunga Kecamatan Baula Kabupaten Kolaka pada(23/11/2025).

Bupati Amri memaparkan bahwa luas hamparan sawah di Kabupaten Kolaka seluas 14 ribu hektare dengan ketersediaan produksi gabah sebanyak 571 ton. Dengan jumlah penduduk sekitar 280 jiwa dengan ketersediaan stok beras sekitar 15 ribu ton, dengan harga pembelian gabah ke petani Rp 6.500,-/kg. Dengan adanya sejumlah Perusahaan Strategi Nasional(PSN) yang beroperasi di Kolaka, Bupati meminta agar perusahaan tidak perlu turun langsung ke pasar rakyat untuk membeli beras. Karena hal itu sangat mengganggu masalah harga beras di pasar rakyat. Karena PSN ini tidak mengkonsumsi beras bersubsidi, mereka membelinya beras premium yang harganya Rp 15.800,-/kg. Karena PSN ini membeli beras premium dalam besar sehingga itu memengaruhi hi harga beras premium bisa saja melonjak sampai Rp 17.800,/kg.

“Jadi semua PSN saya undang, menyampaikan agar stop untuk membeli beras langsung di pasar rakyat, karena itu sangat mengganggu masalah harga, jadi hari ini saya stop,” ungkap Amri.

Bahkan kata Bupati bukan hanya beras yang turut menyumbang inflasi, tetapi harga emas pun juga turut mempengaruhi inflasi, meskipun ini tidak berdampak terhadap masalah gejolak sosial.

Bupati berharap dengan adanya sektor tambang Kolaka yang dikelola sejumlah PSN bisa menjadi contoh bahwa sektor tambang dan pertanian tidak harus saling meniadakan. Tetapi dengan tata kelola yang baik keduanya dapat berjalan seiring menggerakkan ekonomi, memberdayakan masyarakat, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Apa yang dilakukan PT Vale saat ini melakukan penanaman perdana budi daya padi, salah satu bentuk dukungan untuk memberdayakan petani, bahwa sektor tambang bisa beriringan dengan pertanian, dan tidak saling meniadakan,”ungkapnya.

Tanam bersama budidaya padi yang dilaksanakan oleh PT Vale kolaboratif dengan Pemda Kolaka dengan menghadirkan Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Bidang Pangan, Widiastuti, Direktur Perbeniha Tanaman Pangan Kementerian Ladiyani Retno Widowati, Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan, Direktur Serealia, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra mewakili Gubernur Katini, Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan, Ketua Umum STII.

Tanam bersama PT Vale ini juga dihadiri Ketua DPRD Kolaka I Ketut Arjana, Dandim 1412 Kolaka Letkol Inf Choky, Wakapolres Kolaka Kompol Salman, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah Pemda Kolaka, Camat Baula Syahrial, Kepala Desa Puubunga Sutaji, Kelompok Tani dan undangan.

Sementara Direktur Utama dan CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menyatakan bahwa kunjungan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga mekanisme penting dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas perusahaan. Ia menegaskan bahwa komitmen ESG PT Vale tidak pernah dimaksudkan sebagai kampanye, tetapi sebagai cara bekerja yang ditopang kolaborasi erat dengan regulator, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan keberlanjutan hanya dapat dicapai bila seluruh pemangku kepentingan berjalan seiring dalam visi yang sama.
Sebagai bagian dari tindak lanjut kunjungan, PT Vale akan menyusun laporan resmi berisi temuan, rekomendasi, serta langkah implementasi yang akan diterapkan dalam beberapa bulan mendatang.

PT Vale juga akan memperluas inisiatif pengembangan masyarakat dan reklamasi sebagai bagian dari visi jangka panjang “Reklamasi dan Kemandirian 2030”, sebuah inisiatif yang akan diperkenalkan kepada publik dan mitra internasional untuk memperlihatkan bagaimana Indonesia dapat memimpin standar pertambangan berkelanjutan di dunia.(**)

Redaksi

Recent Posts

Mirwanto Muda; Pers Pilar Demokrasi Sekaligus Mitra Strategis Menjaga arah Pembangunan Yang Transparan dan Berkeadilan.

KOLAKA,WN---Communication PT Vale Indonesia,Tbk(PT Vale) Industry Growth Project(IGP) Pomalaa Mirwanto Muda, mewakili managemen perusahaan PT…

36 minutes ago

Kadis Kominfo; PWI Kolaka Mitra Strategis Pemda Kolaka

KOLAKA,WN---Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) Zainal Abidin mengapresiasi kepada PWI Kolaka selama ini…

47 minutes ago

Abd Saban Kembali Terpilih Pimpin PWI Kolaka

KOLAKA,WN---Abd Saban, kembali pimpin PWI Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra), setelah berhasil mengantongi 6 suara, sementara…

51 minutes ago

USN Gelar Ujian CBT Seleksi Masuk SMA Unggul Garuda

KOLAKA,WN---Universitas Sembilanbelas November(USN) Kolaka Sulawesi Tenggara(USN) menggelar pelaksanaan ujian berbasis komputer (Computer Based Test/CBT) untuk…

2 days ago

Lima Ribu Pelanggan PDAM Kolaka Menunggak dan Jaringan Distribusi Tidak Optimal

KOLAKA,WN---Direktur Perumda Air Minum Tirta Sorume Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) Murni Djaelani mengungkapkan bahwa saat ini…

2 days ago

PT Vale Indonesia, Tbk Berikan Bimbingan Teknis Tenaga Pendidik Kurikulum Olympiade Sains Nasional(OSN)

KOLAKA,WN---PT.Vale Indonesia,Tbk(PT Vale) Industry Growth Project(IGP) Pomalaa laksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat(PPM) dengan memberikan Bimbingan teknis(Bimtek)…

4 days ago