Ilustrasi rapat paripurna DPRD Kolaka
Kolaka, Wonuanews.com – Akibat pandemi Covid-19 membuat merosotnya pertumbuhan ekonomi dan juga terganggunya produktivitas sektor ekonomi dan usaha di wilayah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Namun demikian beberapa sektor usaha lainnya di wilayah itu masih dapat berkembang positif di tengah pandemi.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Kolaka, Ahmad Safei dalam penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Kolaka Tahun 2020 dalam sidang paripurna DPRD Kolaka pada Rabu (7/76).
“Meluasnya wabah Covid-19, telah berdampak terhadap seluruh sendi kehidupan dan sosial masyarakat serta penyelenggaraan pemerintah daerah dan membuat terganggunya produktivitas sektor ekonomi dan berdampak terhadap merosostnya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara, namun beberapasektor usaha lainnya masih dapat tumbuh positif seperti lapangan usaha di sektor pertanian, industri, informasi, dan komunikasi serta jasa kesehatan,” papar Ahmad Safei dalam Rapat paripurna DPRD Kabupaten Kolaka yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Kolaka, Syaifullah Halik.
Masih berkembangnya sektor usaha yang tumbuh positif ditengah pandemi tersebut kata Safei, merupakan upaya dan kerja keras dari semua lapisan masyarakat untuk bertahan ditengah pandemi dengan dukungan dari pemerintah yang fokus untuk penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi dan optimalisasi pelaksanaan jaring pengaman sosial sesuai instruksi presiden.
Namun demikian, kata Safei wabah Covid juga telah membuat pertumbuhan ekonomi di kabupaten Kolaka di tahun 2020 mencapai minus 3,40 persen atau menurun dibanding tahun 2019 akibat beberapa sektor usaha lainnya mengalami penurunan.
“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kolaka pada tahun 2020 secara umum terkoreksi mencapai minus 3,40 persen atau mengalami penurunan dibanding tahun 2019, akibat tidak maksimalnya produksi di beberapa sektor ekonomi, khususnya beberapa lapangan usaha yang mengalami penurunan seperti sektor pertambangan dan penggalian minus 6,88 %, sektor perdagangan minus 4,09 persen, sektor transportasi minus 4,10 persen dan sektor akomodasi dan makan minum minus 3,03 persen,” paparnya.
Wabah Covid-19, kata Safei juga telah membuat tingkat pengangguran terbuka meningkat di Kabupaten Kolaka .
“Pada tahun 2020 di Kabupaten Kolaka meningkat sebesar 5,29 persen dibandingkan tahun 2019 yang hanya sebesar 3,61 persen, peningkatan pengangguran terbuka ini terjadi merata di seluruh Indonesia yang disebabkan berkurangnya lapangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Bupati berharap pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga membuat sektor usaha lainnya dapat berkembang dan tumbuh positif kembali. Bupati juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (kai)
KOLAKA,WN---Universitas Sembilanbelas November(USN) Kolaka Sulawesi Tenggara(USN) menggelar pelaksanaan ujian berbasis komputer (Computer Based Test/CBT) untuk…
KOLAKA,WN---Direktur Perumda Air Minum Tirta Sorume Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) Murni Djaelani mengungkapkan bahwa saat ini…
KOLAKA,WN---PT.Vale Indonesia,Tbk(PT Vale) Industry Growth Project(IGP) Pomalaa laksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat(PPM) dengan memberikan Bimbingan teknis(Bimtek)…
PALU,WN---Komitmen terhadap tata kelola yang baik serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah kembali mendapatkan pengakuan.…
JAKARTA,WN---PT Antam(Persero) Tbk raih Proper hijau sebagai bentuk komitmen kuat dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.…
KOLAKA,WN---Ketua Badan Amil Zakat Nasional(Baznas) Pusat Ex Officeo Dr Agus Fathoni berkunjung ke Baznas Kolaka…