KOLAKA,WN—Badan Amil Zakat Nasional(Baznas) Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) menggelar workshop Santri Preneurship kolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia(MUI) Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat, yang dilaksanakan di aula Baznas Kolaka pada(2/12/2025), yang dilakukan hadiri puluhan Santri dari berbagai pondok pesantren se Kabupaten Kolaka.
Ketua Baznas Kolaka H Nur Syamsul, selaku ketua panitia dalam laporannya mengungkapkan bahwa workshop Santri Preneurship ini berkolaborasi dengan MUI Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat. Tujuan pelaksanaan workshop Santri Preneurship berawal dari inisiatif MUI, ketika Santri sudah tamat belajar di pondok, sudah memiliki bekal kemampuan menghasilkan pendapatan tanpa harus bekerja di perusahaan.
“Workshop ini bagaimana para Santri setelah tamat belajar bisa berwirausaha,”ungkap Nur Syamsul.
Pihak Baznas juga mendatangkan pengusaha muda untuk memberikan ilmunya kepada para Santri yang dipimpin langsung oleh Direktur Wiztren Sultra.
Ketua Forum Komunikasi Ponpes KH Alamsyah pada kesempatan itu juga menyampaikan agar workshop atau pelatihan ini bisa berkelanjutan agar para Santri bisa menumbuhkan jiwa kewirausahaan. “Kita berharap nantinya para Santri setelah selesai mondok bisa langsung berwirausaha tanpa harus bekerja sebagai pegawai negeri ataupun bekerja di perusahaan,” harapnya.
Sementara Kemenag Kolaka yang diwakili oleh Kepala Seksi(Kasi) Zakat dan Wakaf Nur Asia memberikan edukasi kepada para Santri yang menghadiri workshop, menegaskan bahwa kedepan anak-anak pesantren bukan hanya ahli dalam bidang agama tetapi juga ahli dalam bidang bisnis.
“Saya mengapresiasi kepada MUI Kolaka yang telah menginisiasi workshop ini, dengan tujuan memberikan edukasi bisnis kepada Santri sehingga bukan hanya ahli dalam bidang agama tetapi juga ahli dalam berwirausaha,”ujarnya
Ketua MUI Kolaka KH Duana Said juga berharap workshop ini menghasilkan pengusaha-pengusaha yang besar. Santri bukan hanya bisa menghafal Alquran, tetapi juga bisa mampu menjadi pengusaha yang besar.” Kita tau bahwa yang menguasai sendi-sendi ekonomi nasional atau khususnya di Kolaka adalah rata-rata non muslim, karena paradigmanya lebih suka menjadi pengusaha dari pada jadi pegawai negeri,”ungkap Ketua MUI juga salah seorang pengusaha elektronik di Kolaka.
Ia menegaskan bahwa yang pertama harus ditanamkan kepada setiap Santri adalah kemauan, karena menjadi pengusaha mengikuti sunnah rasul, menjadi pengusaha itu mulia, karena bisa menghidupi banyak orang, mempekerjakan banyak orang berarti menghidupi banyak orang “dan itu adalah pekerjaan yang mulia,”kata Duana Said.(**)
KOLAKA,WN---Universitas Sembilanbelas November(USN) Kolaka Sulawesi Tenggara(USN) menggelar pelaksanaan ujian berbasis komputer (Computer Based Test/CBT) untuk…
KOLAKA,WN---Direktur Perumda Air Minum Tirta Sorume Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) Murni Djaelani mengungkapkan bahwa saat ini…
KOLAKA,WN---PT.Vale Indonesia,Tbk(PT Vale) Industry Growth Project(IGP) Pomalaa laksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat(PPM) dengan memberikan Bimbingan teknis(Bimtek)…
PALU,WN---Komitmen terhadap tata kelola yang baik serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah kembali mendapatkan pengakuan.…
JAKARTA,WN---PT Antam(Persero) Tbk raih Proper hijau sebagai bentuk komitmen kuat dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.…
KOLAKA,WN---Ketua Badan Amil Zakat Nasional(Baznas) Pusat Ex Officeo Dr Agus Fathoni berkunjung ke Baznas Kolaka…