Categories: Daerah

Anggota Komisi IX Kuatir Pemenuhan Kebutuhan Dapur MBG Tak Bisa Dipenuhi

KOLAKA,WN—Anggota Komisi IX DPR RI dari daerah pemilihan(Dapil) Sulawesi Tenggara(Sultra) H Ahmad Safei merasa kuatir akan pemenuhan kebutuhan dapur Makanan Bergizi Gratis(MBG). Ahmad Safei juga mantan Bupa Kolaka dua periode ini dalam setiap kesempatan senantiasa berterima kasih kepada masyarakat. “Karena masyarakatlah yang memilih sehingga saya bisa duduk di DPR RI”. Safei sejak duduk di DPR RI waktunya lebih banyak dilakukan untuk berinteraksi dengan masyarakat Kolaka, melakukan sosialisasi MBG, BPJ Kesehatan, BPJS Ketenaga kerjaan, gerakan masyarakat hidup sehat hingga perlindungan terhadap tenaga kerja migran, senantiasa menggandeng semua mitranya dari pusat melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat Kolaka.

Safei yang dikonfirmasi media ini di halaman Kantor Desa Lalongolosua Kecamatan Tanggetada pada(21/11/2025) usai melakukan sosialisasi Makanan Bergizi Gratis(MBG), dan edukasi perlindungan pekerja migran Indonesia, sebelum, selama dan setelah bekerja.
Safei yang dimintai tanggapannya mengenai keterlambatan anak-anak Kolaka yang terlambat menikmati MBG sudah berjalan hampir setahun, sementara MBG ini kan harus merata diperuntukkan bagi seluruh anak Indonesia. Dari target 27 dapur MBG yang akan dibangun di Kabupaten Kolaka sekarang baru terealisasi sebanyak 3 dapur MBG melayani anak-anak sekolah.

Safei sambil tersenyum menjawab bahwa terkait hal itu sampai saat ini belum pernah dibahas dengan pihak pemerintah. Namun yang menjadi target pemerintah saat ini untuk pemenuhan sebanyak 82 juta anak harus menikmati Makan Bergizi Gratis(MBG). Dan target itu baru terpenuhi sebanyak 30 juta. Dari 30 ribu dapur MBG yang akan dibangun secara nasional sekarang baru terealisasi 10 ribu MBG.

“Kita berharap mudah-mudahan ini semua bisa berjalan dengan baik,” harap Safei dengan nada optimis.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat(RDP), yang dilakukan bersama dengan Kepala Badan Gizi Nasional(BGN), bahwa bukan hanya mengejar target tetapi bagaimana supaya ada perbaikan dilapangan sebagaimana riak atau dinamika terjadi di lapangan. Karena pada awalnya pihak BGN telah mengeluarkan petunjuk teknis(Juknis) untuk pembangunan sebuah dapur MBG dengan luas bangunan permanen, harus berukuran 20×20 meter beserta semua falitasnya.

Tetapi faktanya di lapangan kata Safei banyak MBG yang dibangun tidak dak sesuai dengan persyaratan teknis sebagaimana dipersyaratakan oleh BGN. “Banyak dapur MBG yang di bangun hanya direhab-rehab saja, mungkin hanya menelan biaya ratusan juta rupiah, sementara lainnya yang membangun dapur MBG sesuai juknis BGN sampai mengeluarkan anggaran milyaran rupiah, tetapi porsi keuntungan yang diberikan sama-sama Rp 2 ribu, nah ini kan bisa menjadi penyebab kecemburuan sosial di lapangan, olehnya itu ini yang perlu dibenahi,”ujar Safei.

Ditanya terkait masalah pemenuhan kebutuhan dapur MBG apakah bisa terpenuhi semua, misalnya untuk kebutuhan daging, telur, ikan dan sayur-sayuran termasuk kebutuhan lainnya. Sementara di Kolaka ini nantinya ada 27 dapur yang harus beroperasi dalam memenuhi MBG anak-anak Kolaka. Mantan Bupati dua periode ini menegaskan bahwa itu menjawab persoalan itu, Pemerintah Daerah(Pemda) harus memberi suport kepada semua masyarakat dan petani.

“Jadi tugasnya Pemda mulai sekarang memberi suport kepada masyarakat petani berupaya agar kebutuhan MBG nantinya bisa terpenuhi. Dengan munculnya Koperasi Merah Putih(KMP), Danantara yang diberikan anggaran sampai Rp 20 Triliun, termasuk dana Kur itu semuanya ditambah, bahkan pihak Kemenkeu RI memberikan anggaran kepada perbankan sebesar Rp 200 Triliun dalam mendorong semua kelompok tani diberikan modal berusaha, tujuannya kedepan agar pemenuhan kebutuhan bahan baku dapur MBG bisa terpenuhi.

“Jangan harap kita akan disubsidi bahan baku dari daerah lain, karena setiap daerah tentunya masing-masing memikirkan bagaimana kebutuhan dapur MBG nya bisa terpenuhi lebih dulu. Saat ini saja kita masih tergantung kepada Sulsel ada 10 bahan kebutuhan, nah apakah hal itu kita harus bergantung terus, sementara mereka(Sulsel) juga berfikir bagaimana harus memenuhi dapur MBG nya, kalau kita tidak berupaya mulai dari sekarang, saya kira agak sulit kedepan untuk bisa memenuhi kebutuhan dapur MBG. Dan itulah yang saya kuatirkan bisa terjadi kedepan, kalau sekarang kita tidak siap. “Kita bisa bayangkan kalau misalnya 27 dapur ini sudah bisa berfungsi semua, setiap dapur harus membelanjakan uang setiap hari untuk kebutuhan dapur MBG sebanyak Rp 30 juta, nah kalau 27 dapur berarti harus membelanjakan uang setiap hari sebanyak Rp 810 juta. “Nah apakah bahan baku ini siap semua, jangan sampai tidak bisa terpenuhi, dan itulah yang sangat mengkuatirkan bagi saya,”pungkas Safei.(**)

Redaksi

Recent Posts

Mirwanto Muda; Pers Pilar Demokrasi Sekaligus Mitra Strategis Menjaga arah Pembangunan Yang Transparan dan Berkeadilan.

KOLAKA,WN---Communication PT Vale Indonesia,Tbk(PT Vale) Industry Growth Project(IGP) Pomalaa Mirwanto Muda, mewakili managemen perusahaan PT…

38 minutes ago

Kadis Kominfo; PWI Kolaka Mitra Strategis Pemda Kolaka

KOLAKA,WN---Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) Zainal Abidin mengapresiasi kepada PWI Kolaka selama ini…

50 minutes ago

Abd Saban Kembali Terpilih Pimpin PWI Kolaka

KOLAKA,WN---Abd Saban, kembali pimpin PWI Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra), setelah berhasil mengantongi 6 suara, sementara…

54 minutes ago

USN Gelar Ujian CBT Seleksi Masuk SMA Unggul Garuda

KOLAKA,WN---Universitas Sembilanbelas November(USN) Kolaka Sulawesi Tenggara(USN) menggelar pelaksanaan ujian berbasis komputer (Computer Based Test/CBT) untuk…

2 days ago

Lima Ribu Pelanggan PDAM Kolaka Menunggak dan Jaringan Distribusi Tidak Optimal

KOLAKA,WN---Direktur Perumda Air Minum Tirta Sorume Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) Murni Djaelani mengungkapkan bahwa saat ini…

2 days ago

PT Vale Indonesia, Tbk Berikan Bimbingan Teknis Tenaga Pendidik Kurikulum Olympiade Sains Nasional(OSN)

KOLAKA,WN---PT.Vale Indonesia,Tbk(PT Vale) Industry Growth Project(IGP) Pomalaa laksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat(PPM) dengan memberikan Bimbingan teknis(Bimtek)…

4 days ago